Apakah hukum benar-benar berpihak pada yang benar?
Kisah Bukti Terakhir di Ruang 305 membawa pembaca ke jantung dunia kampus hukum yang tampaknya damai, namun ternyata menyimpan bara api korupsi, rekayasa kasus, dan pembungkaman suara. Bermula dari kematian mendadak Prof. Bambang, seorang dosen hukum yang terkenal idealis, kasusnya dianggap kecelakaan biasa, sampai hingga seorang mahasiswi bernama Nayla Indira Putri menemukan sesuatu yang janggal saat meneliti topik skripsinya.
Dibantu oleh Damar Prasetya dan beberapa teman sekelasnya, Nayla Indira Putri menyusuri labirin fakta dan manipulasi yang menyeret nama-nama besar di fakultas, termasuk RHP yaitu tokoh kampus yang dihormati sekaligus ditakuti. Dari surat yang tak terkirim, rekaman suara terakhir, hingga dokumen keuangan yang dimanipulasi, semua mengarah pada satu tempat: Ruang 305.
Lewat pendekatan hukum pidana dan perdata, pasal demi pasal dihadirkan secara realistis dan sistematis. Dokumen perkara lengkap, kutipan pasal, hingga alur sidang Peninjauan Kembali dibingkai dengan gaya misteri yang menggugah nalar.
Kisah ini mengajak kita bertanya: apakah kejujuran masih punya tempat? Ataukah ia akan selamanya terkubur di balik ruang-ruang sunyi kampus?
All Rights Reserved