Satu Kata Yang Tak Pernah Cukup

Satu Kata Yang Tak Pernah Cukup

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 7, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Alea Arsya hanyalah gadis biasa-seorang mahasiswa tingkat akhir yang hidup di asrama, menjalani dinas, dan menyimpan banyak cerita di balik senyum yang tampak kuat. Di balik rutinitasnya, ada rindu yang tak pernah selesai, LDR yang baru berjalan dua minggu namun sudah terasa menyiksa, dan perasaan kehilangan yang perlahan menggerus dirinya. Dalam cerita ini, kamu akan diajak masuk ke kehidupan Alea yang penuh warna: obrolan hangat dengan teman dinas, percakapan random tengah malam, teman curhat yang datang tiba-tiba, dan ruang-ruang kosong yang hanya bisa diisi dengan "sleep call" dari orang tersayang. Tapi... apakah cinta selalu cukup? Atau justru satu kata itu terlalu kecil untuk menampung seluruh rasanya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Can I Call You Mine?
  • Araleya Titik Temu Semesta TTS1 (COMPLETED)
  • Dibalik JAS & DEBU
  • Senandika : Titik Temu
  • Senja di Bandung
  • Apakah Aku Bisa Memilikimu?
  • Kita Beda Tuhan [TAMAT]
  • Campus Love Story

Bagaimana jadinya jika kamu jatuh cinta pada seseorang yang minim akan pengalaman dalam kisah cintanya? Terlebih lagi, orang itu tidak mau peduli dengan cinta. Itulah yang dialami oleh seorang gadis bernama Falisha atau biasa disapa Ica. Pada awalnya, Ica hanya penasaran dengan Arsen dan segala sisi misteriusnya. Sikap Arsen yang dingin sangat kontras dengan teman-temannya yang terlihat ramai dan riuh setiap saat. Dari situlah muncul rasa ingin tahu yang besar hingga menggerakkan Ica untuk terus mendekati Arsen. Seiring berjalannya waktu, timbul perasaan di hati Ica. Perasaan indah yang muncul karena banyaknya waktu yang telah mereka habiskan bersama. Semuanya terlihat baik-baik saja hingga akhirnya Ica menyadari bahwa bukan hanya dirinya lah yang tengah berjuang mendapati hati laki-laki dingin itu, melainkan juga Bella, sahabat dekat Arsen yang nyaris mendekati kesempurnaan. Ica pun menyadari bahwa dirinya tidak akan pernah menang dari Bella. Apa yang akan Falisha lakukan? Apakah gadis itu akan terus memperjuangkan perasaannya? Atau mungkin mundur dan menyerahkan perasaannya pada takdir?

More details
WpActionLinkContent Guidelines