BAYANG DALAM MATA

BAYANG DALAM MATA

  • WpView
    Reads 109
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Tue, Apr 8, 20251h 19m
WpInfo
Fiction
Romance
Sinopsis: Bayang Dalam Mata Austin, seorang pensyarah muda yang baru berpindah ke sebuah universiti lama di pinggir bandar, menyangka kepindahannya cuma permulaan baharu. Namun, dari saat dia melangkah masuk ke bilik kuliah - dan matanya bertemu dengan seorang pelajar bernama Deluna - segalanya mula berubah. Ada sesuatu dalam pandangan Deluna yang mengusik memori lamanya. Sesuatu yang tak sepatutnya dia lupakan. Dan Deluna pula... merasakan Austin bukan sekadar seorang pensyarah asing. Ada bayang samar dalam ingatannya yang perlahan-lahan mencungkil semula kisah lama yang terkunci. Semakin mereka rapat, semakin jelas bahawa takdir mereka telah bersilang sebelum ini - dalam keadaan yang lebih gelap, lebih menyakitkan, dan mungkin... lebih berbahaya. Dalam dunia yang penuh dengan rahsia, mimpi yang terasa seperti nyata, dan kenangan yang muncul dalam bayang mata, mereka berdua terperangkap antara masa lalu dan masa kini. Mampukah cinta yang pernah hilang itu ditemui semula? Atau akan terus menjadi bayang yang menghantui mereka selamanya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jun & Hana
  • Sampai Menutup Mata
  • Two Souls (Tamat)
  • Gema Masa Lalu (Echo From the Past)
  • Serendipity You
  • USTAZ HARITH ISKANDAR
  • The Same Heartbeat
  • Gemintang
  • IVAN QIDRAN
  • AFTER MIDNIGHT [DISCONTINUE]

"Hello, ada orang di sana?" Hana membuka suara. Tatapan matanya waspada menyapu seluruh sudut halaman rumah tersebut. Hingga akhirnya, ia merasakan seseorang menyentuh pundaknya. Reflek, perempuan itu memanfaatkan keahliannya dalam Judo hingga ia bisa menarik lengan tersebut dan dengan satu gerakan ia membanting tubuhnya. Bukk!! Sosok itu menghantam ke tanah. Dan segera terdengar erangan. Seorang pria tergeletak, meringis kesakitan. Kedua mata Hana mengerjap. Tatapan mereka terkunci sesaat. "Astaga, siapa kau? Kenapa kau masuk ke rumah orang tanpa permisi seperti pencuri?" Lelaki itu mengomel. Hana membelalak, otaknya yang cerdas segera menyadari bahwa akan ada kesalah pahaman di sini. "Oh, maaf. Aku kira ... kau...," ia beranjak mendekati pria tersebut dan berusaha membantunya berdiri. Namun pria itu menolak dan menepis tangannya dengan kasar, lalu bangkit.

More details
WpActionLinkContent Guidelines