The Twilight Phases: Love, Study, and Deception

The Twilight Phases: Love, Study, and Deception

  • WpView
    Reads 407
  • WpVote
    Votes 45
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadOngoing3h 50m
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 1, 2026
Apa Jadinya, jika kamu ikut terseret dalam masalah, yang bahkan kamu sudah disumpah untuk tidak ikut kedalamnya dengan alasan kode etik ? Bagaimana Jika kamu nantinya akan menjadikan masalah mu sendiri untuk menyakiti orang lain? **** "Kak, menurutmu, apakah pria pantas untuk menciptakan ketakutan dalam hubungannya dan pasangannya?" Tanya Nawa, pada Andi yang sedang berkutat dengan pekerjaannya. Andi menghentikan pekerjaannya sejenak. "Ketakutan seperti apa?" tanyanya. Nawa menceritakan masalahnya. Mengenai kasusnya, dan mengenai citranya yang dipertanyakan karena tidak sanggup lagi. Namun kali ini, kekasihnya yang malah mendengar fakta kebalikannya. Andi hanya tertawa. "Adikku, Kamu sama Satrio sudah sangat banyak membantu. Tidak semua teguran dapat diterima, fyi aja ya. Karna kamu sama Satrio sudah sampai di batas untuk menahan diri agar tidak burn out, wajar jika ledakan emosi itu muncul." Andi terdiam sejenak, lalu menatap adiknya. "Okta sendiri sudah bilang, jika tidak mampu, bawa ke ahlinya ya. Kamu pun sudah menyarankan. Jadi tidak ada yang salah jika kamu pun marah dengan hal demikian." Dielusnya kepala adiknya. "Baik istriku, maupun adikku, sama - sama sudah disumpah pegang trisula. Kalian sama - sama belajar. tidak usah khawatir akan menjadi penjahat. Sebab sekelas profesional pun akan mengeluh lelah jika menemukan hal yang tidak bisa dia selesaikan. Selaras dengan ucapanmu, bahwa Ilmu Psikologi ini akan berkemban menjadi suatu bidang keilmuan yang sangat dinamis. Percayalah, tidak semua saran itu akan masuk di mereka. Kecuali, jika mereka benar - benar menjadikan saran itu adalah sarana untuk berpikir"
All Rights Reserved
#1
senja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PELUANG: MotoGP Uzair Abedeen
  • Naskah Yang Tidak Pernah Usai
  • Di sebalik layar
  • TAKDIR TERINDAH
  • Little Wife - Hartono's Fam [END]
  • Lelaki Itu Takdirku
  • [C]βœ“Mrs. Maiq Hakimi
  • Bunga Kita (C)
  • Dua Helai Daun
  • Dari Benci Jatuh Ke Sayang [Completed]

MotoGP Malay Fiction Dunia perlumbaan moto sudah lama menjadi impian Uzair Abedeen. Berkat pekerjaan bapanya sebagai tim mekanik dalam perlumbaan DTS memberi peluang pada Uzair untuk selami dunia perlumbaan moto terkenal, MotoGP. Seawal usia 15 tahun, Uzair didaftarkan ke akademi perlumbaan, mengasah bakat yang sudah lama terpenda sehingga berjaya membuahkan hasil. Di usia 21 tahun, Uzair berjaya meraih gelaran juara dunia dalam Moto3. Hanya tinggal beberapa anak tangga sebelum Uzair dapat beraksi di perlumbaan MotoGP. Namun, sebaik terima kemenangan pertama, Uzair berubah menjadi seorang yang angkuh. Uzair sesat dalam keseronokan dunia yang membawa dirinya lupa pada keluarga dan agama. Pada Uzair, dia berhak peroleh kebebasan walaupun perkara itu haram di sisi agama. Tiada nasihat yang dapat kembalikan Uzair Abedeen ke pangkal jalan. Tidak sehingga bapanya bertindak untuk batalkan kontrak Uzair dan hantar anak lelakinya itu kembali ke Malaysia demi kebaikan Uzair sendiri. Awalnya, Uzair enggan tetapi apa yang dia boleh lakukan selain akur? Kepulangan Uzair di Malaysia membuatkan Uzair tidak bersemangat dalam lakukan apa-apa. Dia sambung belajar tetapi tidak pernah suka lakukan semua itu. Uzair rindukan latihan perlumbaan di Jerman serta sokongan daripada peminatnya. "Aku perlukan pembantu rumah tapi aku tak nak pembantu aku tu ada 24 jam dalam rumah aku" - Uzair Abedeen "Ambil aku! Aku boleh jadi pembantu rumah merangkap pembantu peribadi kau!" - Afra Seroja Pengenalan ringkas Uzair bersama Seroja memudahlan hidup Uzair. Semua kerja yang diberi oleh pensyarah, Uzair hulur pada Seroja untuk diselesaikan. Urusan rumah juga Uzair beri kepercayaan pada Seroja. Tidak sia-sia Uzair terima rakan kelas menjadi pembantu. Hubungan yang sebatas pembantu perlahan-lahan berubah menjadi akrab. Uzair selesa luahkan segalanya pada Seroja sementara Seroja sering menadah bahu, tidak mengomel saat dengar Uzair bercerita dan perlahan-lahan... melibatkan perasaan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines