Always For You

Always For You

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 9, 2025
Mereka bilang cinta pertama tak pernah benar-benar hilang. Tapi siapa sangka, cinta pertama itu akan tetap tinggal... hingga menjadi cinta terakhir. Milla dan Carlie. Dua anak SMA yang saling mengenal sejak belia. Tidak pernah ada janji untuk saling mencintai. Tapi waktu demi waktu, jarak yang memisahkan, dan dunia yang berubah-justru membuat mereka tak bisa berhenti saling kembali. Dari kursi belakang kelas hingga ruang kuliah di dua negara berbeda. Dari perpisahan, tangis, hingga pernikahan. Dari kehilangan yang memukul jiwa hingga harapan baru dalam pelukan bayi mungil. Mereka melewati semuanya-bersama. Tapi jalan mereka tidak selalu manis. Ada luka, ada rasa iri, ada kehadiran orang ketiga, dan bahkan... ada kematian yang menyayat hati. Namun, satu hal yang tak pernah berubah-cinta mereka tetap utuh. Bukan karena tak pernah goyah, tapi karena selalu diperjuangkan. "Always for You" adalah kisah tentang tumbuh bersama, tersesat tapi menemukan jalan pulang, dan mencintai seseorang bukan hanya saat bahagia, tapi justru saat seluruh dunia terasa runtuh. Karena bagi Milla dan Carlie, cinta sejati bukan hanya tentang bertahan. Tapi tentang memilih-setiap hari-untuk tidak menyerah satu sama lain.
All Rights Reserved
#48
emotionaljourney
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Meraki; The Art of Loving You [Seokjin x Jungkook x Taehyung]
  • Love In Paris (COMPLETED)
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • " To Love ,To Lose "
  • Cinta Itu Bernama Aleaa  [ ON GOING ]
  • Epiphany (jinchae)

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines