Sumpah Saudara: Abadi Selamanya [Resting]

Sumpah Saudara: Abadi Selamanya [Resting]

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 8, 2025
WpInfo
Fanfic
Enhypen
Nilanetra Aksaya Iravana, seorang pemuda spesial yang mengidap hetorokromia. Pemuda 16 tahun itu dianggap sebagai anak cacat oleh wanita yang melahirkannya. Ia selalu diperlakukan tidak adil. Wanita yang selama ini ia panggil ibu sialnya selalu pilih kasih dan menganggapnya tak pernah ada. Sedang kembarannya, Veerya Kavindra Iravana, ia selalu dianggap sebagai anak sempurna oleh ibunya. Putra kebangaan sang ibu, dan selalu menjadi anak favoritnya. Berbeda dengan sang ayah yang selalu bersikap adil pada kedua anaknya. Terkadang, Kavin juga benci saat ibunya mulai memaki saudaranya tepat di depan matanya sendiri. Itu hal yang tak manusiawi. "Ma, Aksa juga mau dianggap sebagai anak Mama."
All Rights Reserved
#489
aksa
WpChevronRight
Series

Kumpulan Cerita saya

  • Menjelang Senja [Hiatus]
    8 parts
  • 1 part
  • Di Balik Foto Keluarga [Resting]
    4 parts
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bitter Is You || ✔ ||
  • VIETATO
  • EUFORIA [TAMAT]
  • The Twin's Troubles - END (GOOGLE PLAY)
  • Bukan pilihan, hanya kewajiban.
  • Sweet Family (On Going)
  • NALENDRA
  • Twins Sister

Khanaya dan Khanayla, dua orang yang lahir dalam rahim yang sama dengan banyak perbedaan ketika terbentuk menjadi gadis remaja. Khanayla yang terlahir sebagai gadis cantik penuh keanggunan di setiap langkahnya, tutur kata yang lembut. Berbanding terbalik 360° dengan kakak kembarnya-Khanaya-yang begitu tertutup dengan sekitar. Hidup penuh misteri dan tekanan dari Ayahnya. Khanaya Neevezha Althaia Khanayla Naveezha Affran Dua bocah kembar yang berbeda dalam segala hal. . . . . . "Urusannya sama lo apa?" "Aku bisa minta sama Ayah buat kesini bersama." "Terus hubungannya sama gue apa?" "Kenapa kamu bersikap kayak gini ke aku? Kalau aku ada salah, aku minta maaf. Jangan menjauh dari aku. Tolong." Dengan sangat jelas Khanaya mendengar suara kembarannya yang bergetar itu. Jujur saja rasanya Khanaya ingin menarik gadis yang lebih muda sepuluh menit darinya itu kedalam dekapannya. Ia tidak tega jika harus membiarkannya menangis lagi. Namun, kilasan ingatan atas perlakuan Ayahnya membuat Khanaya gelap mata. Tidak mungkin bagi Khanaya melupakan kenangan pahit itu. Tetapi perkataan sang Ibunda sebelum tarikan nafas terakhirnya, Khanaya diminta untuk selalu menjaga dan melindungi adik kembarnya dari segala macam bahaya. Ini belum saatnya, Khanayla harus menunggu sedikit lebih lama lagi jika ingin Khanaya yang sebenarnya kembali. "Gak usah repot - repot." Khanayla menggeleng Cepat. "Bukan ini yang aku mau." "Lo pikir gue juga mau berada di bawah tekanan, hah?! Gak sama sekali!" Tanpa sadar Khanaya meninggikan oktaf suaranya di hadapan Khanayla. . . . . . Please enjoyed this place story... [Rank my story] #1 : /dikha #1 : /dikha #1 : /dikha #1 : /dikha #6 : /anaksekolahan #8 : /penolakan

More details
WpActionLinkContent Guidelines