Yang Pergi, Tinggal di Dalam Aku

Yang Pergi, Tinggal di Dalam Aku

  • WpView
    Reads 1,868
  • WpVote
    Votes 1,173
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadComplete Fri, Apr 18, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Yogyakarta. Kota kecil tempat Awan dan Suri saling belajar menjadi versi terbaik dari diri mereka yang pernah patah. Mereka bukan pasangan. Tapi mereka pernah saling jaga. Pernah menjadi rumah ketika dunia terasa asing. Namun, hidup berjalan. Luka mengering. Waktu menguji. Dan cinta yang pernah tumbuh... tak selalu harus dimiliki. "Yang Pergi, Tinggal di Dalam Aku" adalah kisah healing, kehilangan, dan penerimaan. Ditulis dalam nada sunyi, tenang, dan puitis seperti gerimis di atas aspal Yogya yang basah.
All Rights Reserved
#253
makna
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Kitab Romancuk
  • Anak Rahasia Sang Direktur Tampan
  • ARCLA ( Arlan& Clara)  [END] [PROSES REVISI]
  • Ikatan Tanpa Pilihan
  • Langkahku Sampai Istanbul
  • Kukira Kau Rumah, Ternyata Hanya Tempat Singgah:)
  • Anugrah Azizah
  • Dosen Bucin (Sudah Terbit)
  • Lembar Terakhir Surat Untuk Dika

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines