Yang Pergi, Tinggal di Dalam Aku

Yang Pergi, Tinggal di Dalam Aku

  • WpView
    Membaca 1,842
  • WpVote
    Vote 1,171
  • WpPart
    Bab 23
WpMetadataReadLengkap Jum, Apr 18, 2025
Yogyakarta. Kota kecil tempat Awan dan Suri saling belajar menjadi versi terbaik dari diri mereka yang pernah patah. Mereka bukan pasangan. Tapi mereka pernah saling jaga. Pernah menjadi rumah ketika dunia terasa asing. Namun, hidup berjalan. Luka mengering. Waktu menguji. Dan cinta yang pernah tumbuh... tak selalu harus dimiliki. "Yang Pergi, Tinggal di Dalam Aku" adalah kisah healing, kehilangan, dan penerimaan. Ditulis dalam nada sunyi, tenang, dan puitis seperti gerimis di atas aspal Yogya yang basah.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#86
auindonesia
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • KRISANTARA
  • Langkahku Sampai Istanbul
  • ARCLA ( Arlan& Clara)  [END] [PROSES REVISI]
  • Promise
  • Kitab Romancuk
  • Dosen Bucin (Sudah Terbit)
  • Luka Yang Tak Terobati [TERBIT]
  • Yogyakarta dan Kenangan
  • Kukira Kau Rumah, Ternyata Hanya Tempat Singgah:)

Krisan , Dinegara Amerika Serikat merupakan bunga yang melambangkan kesedihan namun juga melambangkan cinta, harapan , ketenangan , dan persahabatan dalam sebuah hubungan yang terjalin indah . Sedangkan Tara, dalam bahasa sansekerta berarti " penyelamat" dan "bercahaya". Sama halnya dengan mereka. ikatan perasaan yang membuat mereka terbelenggu. cinta yang entah harus diarahkan ke mana. cerita ini mengisahkan tentang perjalanan hidup dua manusia yang berbeda. tidak ada kata istimewa dikeduanya. kisah masa remaja mereka yang ada di Jogjakarta. •••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••• " Kalau takdir kita bersatu diatas langit, mari terbang bersama"- Daksa Estungkara " Jangan memaksakan takdir setinggi langit, ingat manusia berasal dari tanah"- Dahayu Gentari

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan