lilin Terakhir Untuk Aksa

lilin Terakhir Untuk Aksa

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 8, 2025
Ada suara di dalam kepalaku. Mereka bilang Aksa bukan milik siapa pun. Tapi kenapa aku merasa... aku harus menyalakan lilin terakhir itu untuknya?" Kirana tak pernah menyangka rumah tua peninggalan keluarganya menyimpan rahasia gelap yang akan mengubah hidupnya. Suara-suara, tulisan di dinding, dan bayangan anak kecil bernama Aksa membuatnya bertanya: mana yang nyata, dan mana yang hanya luka masa lalu? Di tengah kabut misteri dan jerat trauma, Raka hadir-sebagai satu-satunya yang tak pergi saat semua orang mulai menganggap Kirana gila. Bersama, mereka menyibak masa lalu yang terkubur... dan menemukan bahwa cinta bisa jadi pelita paling terang, bahkan di tempat paling gelap. Sebuah kisah penyembuhan, pengampunan, dan cinta yang tak pernah menyerah-bahkan pada yang telah tiada.
All Rights Reserved
#373
emosional
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dear of Natasya
  • Teman Masa Kecil-ku Yang Misterius
  • Gentayangan di Kereta Terakhir
  • setangkai mawar di musim dingin
  • Melihat Cinta dalam Gelap
  • Evanescent [END]
  • ALZEA : FEATURED SOULS [END]
  • Tuhan, Dimana Kuharus Berteduh?
  • Fragment Of Serenade (END)

"Aku tersenyum bukan karena bahagia, tapi karena aku tak ingin kalian melihat aku runtuh." - Natasya Kirana Maharani Natasya Kirana Maharani, seorang gadis 14 tahun yang tampak ceria di luar, menyimpan lautan luka di dalam dirinya. Ia hidup di antara ketiadaan kasih sayang keluarga, dikhianati oleh satu-satunya cinta yang ia percayai, dan terjebak dalam gelapnya lorong kesehatan mental yang terus menghantuinya. Meski dunia seperti runtuh, Natasya masih bisa tersenyum. Ia mendirikan komunitas kecil di sekolah bernama Langit yang Menangis Diam-Diam, tempat di mana anak-anak lain yang juga terluka bisa menuliskan isi hati mereka tanpa takut dihakimi. Komunitas itu menjadi suara bagi mereka yang sunyi, menjadi bahu bagi mereka yang diam-diam ingin menyerah. Namun, tidak semua orang menyukai kejujuran. Komunitas itu mendapat serangan, hujatan, bahkan dihancurkan. Sahabat menjauh, pacar memilih diam, dan luka-luka lama kembali terbuka. Natasya terus bertahan. Ia terus menulis. Terus meyakinkan orang lain bahwa mereka layak hidup, meski hatinya sendiri sudah lama remuk. Hingga pada suatu malam, ketika tak ada lagi pelukan yang cukup hangat, ketika suara-suara di kepalanya terlalu bising, dan ketika senyumnya tak lagi mampu menahan air mata... Natasya memutuskan untuk meninggalkan dunia yang tak pernah benar-benar menerima keberadaannya. Ia meninggalkan surat terakhir di ruang komunitas yang dulu ia bangun: "Aku lelah menjadi kuat. Tapi aku ingin kalian tahu: kalian layak hidup, bahkan saat aku memilih berhenti." ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines