Sin-yuka Imperio

Sin-yuka Imperio

  • WpView
    Leituras 15,982
  • WpVote
    Votos 130
  • WpPart
    Capítulos 4
WpMetadataReadMaduroEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, abr 8, 2025
WpInfo
Ficção
Fantasia
Tagsjkt48
Kerajaan tempat kendali hanya sebuah ilusi. Di ruang istana yang dibangun dari bisikan dan hasrat tersembunyi, berdirilah sosok dengan tatapan tajam dan suara serendah desir bayangan. Perintah tak pernah datang lewat teriakan, melainkan lewat sentuhan yang tak terucapkan dan keheningan yang memaksa patuh. Di hadapan kekuasaan seperti itu, tubuh kan merunduk bukan karena kelemahan, melainkan karena sebuah pengakuan tak bersuara. Sebuah tunduk yang menyimpan rasa paling dalam rasa yang tak butuh nama, tak perlu alasan. Satu sentuhan di dagu, dan seluruh ruang seperti menahan napas. Detak tak lagi menurut, berdentum seperti berkhianat pada logika. Ucapan dibisikkan, dan hanya keheningan yang menyambut, namun gemetar tetap hadir tanpa diundang. Persetujuan tak pernah diucap, tapi selalu dijawab dengan kejujuran dari gerak paling sunyi disusul semburan kenikmatan dahsyat.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Tepian Semu || Lilynn✅
  • Ecosillia
  • Dalam Diam | Hiatus
  • The Exiled Queen (TAMAT) √
  • BERTAUT [SELESAI]
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Langkah Dalam Senja
  • Ayo menepi dulu, sebentar saja.

Dia ada, tapi tidak seharusnya. "Kamu nggak pernah percaya sama sesuatu?" Tepian itu kini kugambar perlahan. Sebelah sini: manusia yang nyata, dunia yang nyata. Sebelah sana: senyummu yang dulu kusangka nyata... "Siapa lagi yang harus kupercaya!!" Sentuhan, hembusan, tatapan, pergerakan, rasa cinta, rasa sayang, semua terasa begitu nyata. "Aku nggak bakal pergi, aku bakal selalu ada buat kamu." Semua itu membuatku terjatuh, terlena, rasa ingin terus menetap. Namun, bayangmu, menghilang perlahan, bagai serpihan pasir. "kenapa... kamu- arrgghh!! Harusnya kamu pergi! hilang!" Kamu berbohong, kamu meninggalkanku. Kamu yang memaksaku percaya pada cinta, tapi kamu juga yang menghancurkan kepercayaan itu. Dan Aku, kembali sendiri. "Mas? Kenapa teriak-teriak?"

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo