untuk dhea, dilembar terakhir

untuk dhea, dilembar terakhir

  • WpView
    Reads 131
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 10, 2025
Di sebuah toko buku kecil, kisah ini bermula-dan berakhir. Di antara rak-rak sunyi dan aroma halaman yang menua, Dimas kembali mengenang sosok yang pernah membuat dunianya lebih hidup: Dhea. Gadis dengan tatapan teduh dan langkah tenang, yang hadir perlahan-lahan tapi tinggal begitu dalam. "Untuk Dhea, dari Sudut Paling Sepi" bukan sekadar kisah cinta biasa. Ini adalah perjalanan panjang yang penuh keraguan, hangatnya kebersamaan, tarik-ulur yang membingungkan, hingga keberanian untuk melepaskan. Di balik tawa dan percakapan larut malam, tersimpan luka-luka lama yang belum sembuh. Ketika cinta sedang berada di puncaknya, justru masa lalu datang mengetuk, membawa trauma yang perlahan meretakkan semuanya. Lewat kilas balik ke masa sekolah, obrolan penuh harapan, kejutan ulang tahun yang terekam kamera, hingga percakapan terakhir yang membuka semuanya-novel ini menjadi semacam surat panjang, penuh perasaan yang tak sempat diucapkan, ditulis dari ruang paling sunyi dalam hati seorang lelaki. Bagi siapa pun yang pernah mencintai tapi tak bisa memiliki, atau pernah mencoba bertahan meski tahu akhirnya harus merelakan-kisah ini mungkin adalah cermin, atau pelukan yang datang dari halaman demi halaman.
All Rights Reserved
#155
melankolis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Felicia> Januari With You
  • SASHI
  • catatan kecil nea
  • CAHAYA  YANG MASIH TERTAUT PADA BINTANG
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya

‎Hendra... ‎seorang anak SMP yang bahkan tak lagi bersekolah. ‎Kulitnya legam, senyumnya pelan, ‎hidupnya penuh hinaan dan tatapan jijik. ‎ ‎Ia hanya ingin dagangannya laku... ‎dan pulang tanpa luka yang terlalu dalam. ‎ ‎Hingga suatu hari, ‎datanglah seorang gadis seperti bidadari. ‎Felicia. ‎ ‎Gadis cantik bermata sipit, keturunan kaya, ‎berjalan pelan ke arahnya... ‎lalu bicara dengan suara paling lembut yang pernah ia dengar. ‎ ‎Felicia tidak takut, tidak jijik. ‎Ia menggenggam tangan Hendra... ‎menemani dagangannya, duduk di sisinya, ‎dan mencintai dia-yang bahkan tak pernah mencintai dirinya sendiri. ‎ ‎Hari demi hari, Felicia menjadi cahaya. ‎Membuat Hendra tersenyum. Membuatnya percaya... ‎bahwa seseorang sepertinya bisa dicintai... bisa berarti. ‎ ‎Tapi cinta seperti Felicia tak datang untuk selamanya. ‎ ‎Dulu, seorang kakek pernah berkata, ‎"Kalau suatu hari... ada seseorang yang datang padamu, ‎seseorang yang mustahil untuk hadir dalam hidupmu... ‎tapi dia datang, menoleh, tersenyum, lalu duduk di sebelahmu, ‎biasanya... dia hanya dikirim untuk sebentar saja. ‎Untuk membuatmu merasa dicintai, ‎untuk menyembuhkan hatimu yang diam-diam patah. ‎Lalu setelah itu... dia akan pergi. ‎Bukan karena tak cinta... ‎tapi karena Penciptanya memanggil pulang." ‎ ‎Benarkah... Felicia akan pergi? ‎Apakah cinta sehangat itu... hanya datang untuk dikenang? ‎Dan bila benar ia akan hilang... ‎mampukah Hendra mengucap selamat tinggal... pada satu-satunya cahaya dalam hidupnya? 💔 ‎.

More details
WpActionLinkContent Guidelines