ASDFGHJKL

ASDFGHJKL

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 9, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Apabila kamu bangun tidur, lalu seorang lelaki tiba-tiba muncul di kamar dan memelukmu ... Apa yang akan kamu lakukan? Hah ... Jenis kelamin bukan masalah bagi Midi karena dia juga laki-laki, masalah sebenarnya adalah lelaki itu mengaku sebagai pasangannya! Suaminya! Bahkan berani menciumnya! Ya tuhan, itu adalah ciuman pertamannya!!!! Bagaimana mungkin ini terjadi?! Ciuman pertamanya diambil oleh lelaki gila yang mengaku sebagai suaminya, sedangkan Midi saja hanya pernah pacaran dengan perempuan. Dia itu lurus-- selurus tiang listrik, tidak ada gejala belok maupun ketertarikan sebesar biji wijen pada lelaki dalam dirinya. Lantas, lelaki bernama Bondan itu dengan santai menjawab "Takdir kita sudah ditentukan. Sekeras apapun kamu menghindar pun tidak akan mengubah jika kita akan bersama di masa depan. Kamu yang jatuh cinta lebih dulu padaku, tapi aku akan jatuh lebih dalam mencintaimu seterusnya." Mendengar itu, hanya satu kata yang terpikir oleh Midi tentang lelaki ini "Gila!"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Salah Status [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines