Pure Heart

Pure Heart

  • WpView
    Reads 794
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 11, 2025
Murni adalah gadis cerdas yang bertahan hidup dengan berbagai pekerjaan aneh; berjualan di kantin kampus, joki tugas kuliah, hingga menjadi mata-mata untuk Giharto Group dan menyusup ke dalam salah satu perusahaan saingan mereka, Cakrawala Skincare. Misi Cakrawala membawa Murni bekerja di bawah kuasa Arga, CEO karismatik yang membuat hati dan otaknya tidak sinkron. Sementara menetap di wisma keluarga Giharto juga membuat Murni sering bersirobok dengan Joshua, si sulung misterius yang menyimpan banyak rahasia. Ketika sepak terjang Murni dalam memata-matai Arga malah membuat perhatian sang CEO berlabuh pada gadis itu, perlahan pula misteri keluarga Giharto mulai terkuak, menunjukkan satu benang merah yang terhubung dengan dirinya, sebuah kunci dari rahasia terbesar dalam hidup gadis itu. ** Karya ini diikutsertakan dalam event menulis CARNAVAL oleh penerbit LovRinz. Start : 12 April 2025 End :
All Rights Reserved
#3
kayamiskin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Luka Yang Tak Terobati [TERBIT]
  • Waves of the Past: The Closest Betrayal [REVISI]
  • AGATHA [TERBIT]
  • TWIN FLAME { ON Going! }
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • ATLARAKA (Telah Terbit)
  • Smartsheet

[JUARA 2 FESTIVAL MENULIS NOVEL Season 5 FAZA CITRA PRODUCTION] 🕊 Ia datang, hadir di dalam kehidupannya di antara kabut yang menyelimuti dan dinginnya malam yang menggigit. Bagi Firmansyah, seorang internis yang kehilangan cahayanya semenjak dua tahun lalu, Nisa adalah bintang kejora dari banyaknya bintang-bintang yang menggantung di atas cakrawala tiap malamnya. Dan, bagi Nisa, dipertemukan Firmansyah adalah obat yang paling ampuh di tengah sakitnya yang kerap kali mendera. Menekuk tubuhnya. Namun, siapa sangka, keduanya harus dihadapkan dengan seorang wanita yang pandai bersandiwara di depan kamera, tapi tajam menancapkan sebilah pisau di belakang layar. Ini tentang cinta yang memilih untuk menetap meski pemilik hatinya telah pergi, tentang detak yang tetap dijaga, meski janatungnya tak lagi berdetak di pelukan yang sama. Hingga senja di suatu sore yang menenggelamkan cahaya meninggalkan tanya, "Masih bisakah cinta pulang, bila rumahya tak lagi ada?" (ROMANCE-MEDIC) 🌷🌷🌷 "Dia rumah, kuakui memang tidak sempurna. Jiwanya berteriak di atas ketidakberdayaan tubuhnya, lisannya selalu tertahan kala menyuarakan keadilan. Tapi, bersamanya tangisanku luruh di dalamnya." ©gardeniaja_

More details
WpActionLinkContent Guidelines