Seribu Topeng

Seribu Topeng

  • WpView
    GELESEN 848
  • WpVote
    Stimmen 56
  • WpPart
    Teile 14
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Di., Apr. 8, 2025
Demi menyelamatkan pamornya yang dicap sebagai aktris "gagal move on", Mandala Arum Purnama "Dala Arum" akhirnya nekat menikah dengan Raka, caleg gagal yang berujung jadi pejabat eksekutif pemerintahan. Keduanya terjebak dalam pernikahan tak membahagiakan; Dala merasa tersiksa setiap kali harus menemani Raka datang ke acara-acara formal yang dia nggak suka. Raka juga kurang suka dengan Dala yang terlalu sibuk dan mementingkan kariernya di dunia perfilman hingga mengabaikan kesehatan juga kehidupan pribadi Dala sendiri--termasuk mengabaikan Raka dan pernikahan mereka. Saking sibuknya, pasangan Dala-Raka hampir tak pernah bertemu di rumah, selalu bertemu di acara formal. Akankah bahtera rumah tangga Dala dan Raka berlayar jauh atau justru karam di terjam ombak?
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • Lima Tahun Tanpa Kata
  • Analog Melankolis
  • 1 hati 2 cinta
  • Repihan Rasa (Selesai)
  • Perempuan Kedua
  • Colors of My Quiet World
  • Penantian di Ujung Harapan

Seri kedua Arga ; pusaran sesal Tentang cinta yang salah menyapa, rindu pada yang telah pergi juga dendam yang tak seharusnya tumbuh. Setelah kematian Aksa. Arga menyibukkan diri untuk mengalihkan rasa sakit akibat kehilangan dengan bekerja. Hingga pada satu titik dia kehilangan tujuan hidup kecuali membayar tagihan. Tak disangka dia bertemu lagi dengan ayahnya dan ingin membuktikan rumor yang pernah terjadi pada adiknya. "Ayah apa yang lebih memilih mengurusi anak wanita lain daripada darah daging sendiri? Kamu tak ubahnya lelaki egois yang hanya mementingkan diri sendiri. Aku tak yakin kamu pantas disebut sebagai orang tua." "Aku tak percaya kata-kata itu keluar dari mulut anak lelakiku yang terpelajar." Teringat dengan pesan adiknya untuk segera menikah, seorang wanita yang pernah bertemu saat di rumah sakit menyapanya. "Bukankah di dunia ini tak ada yang sempurna, begitu pula cinta." Kia menoleh ke Arga yang menatap dengan sorot sendu. Walau sudah mengenal hampir beberapa bulan, lelaki di sampingnya adalah sosok diyakini tengah menutupi luka. Dia bisa melihatnya, lewat bola mata, gurauan atau perkataan langsung seperti sekarang. "Cinta itu memang tak sempurna, oleh itu mereka merayakan ketidaksempurnaan sebagai wujud kebahagiaan dalam pernikahan. Karena sejatinya cinta itu saling melengkapi."

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien