Peluk yang Tak Pernah Sampai

Peluk yang Tak Pernah Sampai

  • WpView
    Reads 256
  • WpVote
    Votes 51
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 3, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Aku pernah mencoba bersuara, tapi dunia terlalu bising untuk mendengar bisikan dari jiwa yang retak. Rasanya kayak... semua orang bisa pulang ke seseorang, kecuali aku. Bukan kalimat sedih- hanya kenyataan yang tak terbantahkan. "Peluk yang tak pernah sampai" itu seperti membuka pintu ke bagian hati yang paling sunyi. Tapi itu bukan berarti aku gak sanggup, malah mungkin itu caraku bilang "aku siap dilegakan." Seperti luka yang akhirnya bisa bernapas. Sebab beberapa peluk memang tak pernah sampai, tapi bukan berarti aku tak layak dipeluk. Dan bila kamu sedang membaca ini, mungkin kamu adalah satu-satunya yang belum menyerah padaku. Untuk itu, terima kasih sudah tinggal.
All Rights Reserved
#444
emosional
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Perjalanan Cintaku...
  • Karena Aku Tidak Ingin Hilang Tanpa Arti
  • Mahligai Sunyi
  • Behind the Silence
  • peluk yang ku rindu
  • Halaman Hidupku
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]

Lika liku perjalanan hidup memang tidak ada yang tau, dan setiap perjalanan pasti kita menemukan jenis orang yang berbeda-beda. Seseorang hadir di kehidupan kita, ada yang singgah menjadi pelajaran hidup dan ada yang singgah lalu menetap, lalu di katakan itu lah teman hidup. Siapa yang tau, akan seperti apa, siapa dan bagaimana pasangan hidup kita. Itu semua sudah di atur oleh Tuhan yang Maha kuasa. Tidak ada manusia yang tak pernah berharap lalu dipatahkan oleh harapannya karna iya lupa bahwa sebaik-baiknya tempat berharap itu hanya kepada tuhan. Berdoa lah dan berharap lah kepada Tuhan jika tidak ingin merasakan sakitnya kekecewaan. ya... aku pernah merasakan itu, kebahagiaan yang hanya sementara. ketika itu aku saat bahagia dengan hadirnya seseorang yang membuat hari ku lebih berwarna. sampai-sampai aku lupa bahwa kebahagiaan didunia ini tidak ada yang abadi. dan pada akhirnya datang lah kekecewaan itu kepadaku , yang membuat hari ku seketika berubah menjadi keterpurukan. ya... aku sadar itu salah ku karna terlalu bergantung dan menaruh harapan yang sangat besar kepada manusia. seperti sebuah tamparan yang tak ada obat nya saat itu. sakit? ya... sakit sekali. dari situlah aq mulai di sadarkan bahwa berharap kepada manusia itu hanyalah awal dari kekecewaan . libatkan lah Tuhan mu dalam hal apa pun maka kamu tidak akan di kecewakan. hingga beberapa bulan aku mulai bangkit dan memulai kisah baru dengan lebih berhati-hati dalam menaruh hati. Kisah ini adalah pengalaman hidup ku yang ingin aku bagikan lewat tulisan ku agar semua orang dapat mengambil pelajaran dari perjalanan hidup ku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines