Catatan Angsa Hitam

Catatan Angsa Hitam

  • WpView
    Reads 91
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 14, 2025
Nara tak pernah minta dilahirkan di tengah keluarga yang hanya tahu cara menyakiti dengan senyum. Di mata mereka, keluarganya hanya bayangan-miskin, tak layak dihormati, selalu salah meski tak berbuat apa-apa. Sementara mereka yang berkecukupan bisa tertawa di atas kesalahan, tanpa pernah ditunjuk sebagai pelaku. Nara tumbuh dengan luka yang tak pernah terlihat. Luka yang dipendam dalam diam, demi seorang ayah yang masih percaya bahwa keluarga adalah tempat pulang. Tapi... kapan terakhir kali rumah itu benar-benar jadi tempat berlindung? Ia lelah. Dan saat rasa lelah berubah menjadi tekad, Nara bersumpah-Jika dunia tak mau melihatnya, maka ia akan berdiri sendiri, "menjadi cahaya dari kegelapan yang mereka tinggalkan"
All Rights Reserved
#20
wattpadprize14
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Farbe und Leinwand
  • "Cemara tapi di dalam nya berantakan"
  • Boleh Aku Cerita?
  • Keluargaku Adalah Maut
  • Noda dalam Cinta
  • ALEENA'S LIFE
  • ABHIPRAYA: Not Me, But It's Me (Sudah Terbit)
  • NESTAPA [On Going]
  • Not My Home (On going) Hiatus

Ayara melukis dunia dari kepingan luka yang tak pernah ia tunjukkan. Setiap sapuan kuasnya adalah bisikan sunyi yang tak sanggup ia ucapkan. Warna-warna di atas kanvasnya tampak hidup, namun dunianya sendiri kelabu-senyap, sunyi, dan sepi. Ia kehilangan terlalu banyak untuk percaya bahwa ada yang bisa benar-benar tinggal. Maka ia memilih untuk mencintai dari kejauhan: cat, kanvas, dan angka-angka akademik yang tak menuntut balas. Hingga Rael datang, seperti badai yang tak punya tempat untuk reda. Rael adalah warna-terlalu banyak warna. Ia berbicara dengan metafora, tertawa keras di antara dinding-dinding yang bisu, dan mencintai dunia meski dunia belum pernah benar-benar mencintainya kembali. Tapi tak ada 'rumah' bagi warnanya untuk pulang. Ia terlunta, terdampar dalam kesunyian yang ia tutupi dengan cahaya. Pertemuan mereka bukan kebetulan. Ayara butuh warna untuk kembali hidup. Rael butuh kanvas agar dirinya tak terus berhamburan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines