Ayara melukis dunia dari kepingan luka yang tak pernah ia tunjukkan. Setiap sapuan kuasnya adalah bisikan sunyi yang tak sanggup ia ucapkan. Warna-warna di atas kanvasnya tampak hidup, namun dunianya sendiri kelabu-senyap, sunyi, dan sepi. Ia kehilangan terlalu banyak untuk percaya bahwa ada yang bisa benar-benar tinggal. Maka ia memilih untuk mencintai dari kejauhan: cat, kanvas, dan angka-angka akademik yang tak menuntut balas. Hingga Rael datang, seperti badai yang tak punya tempat untuk reda. Rael adalah warna-terlalu banyak warna. Ia berbicara dengan metafora, tertawa keras di antara dinding-dinding yang bisu, dan mencintai dunia meski dunia belum pernah benar-benar mencintainya kembali. Tapi tak ada 'rumah' bagi warnanya untuk pulang. Ia terlunta, terdampar dalam kesunyian yang ia tutupi dengan cahaya. Pertemuan mereka bukan kebetulan. Ayara butuh warna untuk kembali hidup. Rael butuh kanvas agar dirinya tak terus berhamburan.
Mehr Details