Titik Temu

Titik Temu

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 16, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Dia kembali. Tapi bukan untuk mengingat, melainkan untuk melupakan. Saat Raka mencoba mengulang kembali kisah yang pernah mereka punya, Azura justru bertingkah seolah masa lalu tak pernah ada. Lalu, masihkah hujan terasa sama, ketika kenangan hanya hidup di satu sisi hati? "Dulu kamu pernah bilang... hujan bikin kamu tenang. Tapi sedih juga."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hitam Putih Abu-Abu [completed]
  • DEAR LOVE
  • Teruntuk Luka [Completed]
  • NADIR
  • 𝐓𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐓𝐞𝐦𝐮 || 𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠
  • VeeNara

Sejak pertemuan pertama mereka, Farhan sudah memberitahu agar Khanza lebih baik tidak mengingatnya. Tapi sosok Farhan yang misterius di mata Khanza tidak bisa menghentikan gadis itu untuk tertarik padanya, pada kepribadiannya, atau pada masa lalunya. Tatapan dingin itu menyimpan sesuatu yang mengerikan. Satu persatu kenyataan tentang masa lalu Farhan pun terungkap. "Tetaplah seperti ini Za. Aku ingin kamu terus ada di sisiku." Permintaan yang terdengar egois memang, namun Khanza bisa merasakan ketulusan dari suaranya. Ragu-ragu Khanza tetap membiarkan Farhan seperti ini. Perasaan aneh itu muncul lagi. Ia mencoba meraba detak jantungnya. Perasaan macam apa ini? Khanza mulai merasa ini tidak wajar. Yang ia tahu saat ini, hanya betapa Khanza semakin ingin menjaga Farhan dan menghapus segala kesedihan dari mata itu. ©buku ini telah terbit oleh Pena House Cetakan pertama Desember 2015

More details
WpActionLinkContent Guidelines