UNTUK NADINE

UNTUK NADINE

  • WpView
    Membaca 3,894
  • WpVote
    Vote 420
  • WpPart
    Bab 24
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Jul 30, 2025
Dulu, Nadine adalah matahari kecil di rumah itu. Sejak kecil, tawa Nadine selalu jadi suara paling riuh di pagi hari. Ia yang membangunkan Reyhan dengan menyelipkan es batu ke punggung kakaknya, atau menggoda dengan mencoret-coret wajah Reyhan saat tertidur. Rumah yang sepi tanpa Ibu dan Ayah karena pekerjaan, tetap terasa hidup karena Nadine. Tapi itu dulu. Semenjak kematian Ibu, Nadine berubah. Tak ada lagi tawa yang menggema dari kamarnya. Tak ada langkah kecil berlari di koridor rumah. Tak ada pelukan hangat yang menyambut Reyhan saat pulang kuliah. Yang ada hanya keheningan. Yang tersisa hanya bayangan. Nadine lebih sering mengurung diri di kamar, menutup tirai rapat-rapat, dan menolak berbicara. Sekalipun Reyhan berusaha membuka percakapan, jawaban Nadine singkat, kadang hanya anggukan. Kadang tak menjawab sama sekali. Reyhan tahu, kehilangan Ibu menghancurkan dunia adiknya. Tapi tak pernah ia menyangka, luka itu begitu dalam hingga menenggelamkan Nadine perlahan-lahan.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#732
nctwish
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Bad Daddy!
  • dibalik alyksandr
  • FADING IN YOUR ARM [YEOJONG]
  • Pelukan Laut Untuk Aluna (ON GOING)
  • acalapati
  • A Letter to My Sister
  • Mockingbird
  • Rumah Penuh Cerita
  • Dear Renjun || Nct Dream

"Apakah aku benar anakmu?" Itu tidaklah se-menyakitkan ketika pertanyaan itu berubah menjadi, "apakah kau benar daddy ku?" Kalimat tanya itu terlontar dari mulut putranya yang kini menatapnya dengan jutaan rasa kecewa dan tumpukan air mata. Putranya, putra kandungnya mempertanyakan identitasnya. Identitas sebagai seorang ayah, seorang ayah yang diragukan oleh salah seorang buah hatinya. Chris tak mampu menjawabnya bahkan ketika sang anak berbalik pergi dan menghilang dari pandangan, menyisakan Chris seorang diri dengan seluruh penyesalan yang tercekat di tenggorokan. Hari itu, Chris sadar tentang betapa banyak masa yang sia-sia, tentang betapa banyak luka yang ia hasilkan, tentang betapa tak pantasnya ia untuk mengemban tugas seorang ayah. Chris gagal, ia tak lagi punya hak untuk cegah sang anak pergi. Chris gagal. Semua yang berawal dari kata kecewa itu berakhir dengan sebuah perpisahan menyakitkan seiring langkah salah satu penghuninya semakin menjauh meninggalkan rumah. 🥇 In #Jeongsung. 7 In #Jisung. 6 In #ChanSung. 7 In #Minho

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan