Arah Kembali

Arah Kembali

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 11, 2025
Bukan kisah, bukan drama tapi sebuah buku berisi serpihan kata yang ditulis diam-diam oleh hati yang tak selalu baik-baik saja. Kalimat-kalimat di sini bukan sekadar tulisan, tapi rumah bagi perasaan yang tak sempat terucap. Jika kamu pernah merasa sendiri dalam diam, mungkin di antara halaman ini... kamu akan merasa dimengerti.
All Rights Reserved
#126
karya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Badai, Kapan Berlalu?
  • Erlangga
  • Rasa Tanpa Kata
  • Betadine
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • Senja Dan Jingga
  • Segenggam Harapan(END)
  • DALAM DIAM ADA RASA
  • Traces in the Light
  • harapan yang pupus

Adalah cerita tentang seorang anak yang tak pernah benar-benar punya tempat untuk pulang. Sejak kecil ia belajar bahwa hidup tak selalu adil, dan kadang-bahkan sering-doa tak dijawab dalam waktu yang ia harapkan. Ia tumbuh di antara bentakan, kehilangan, dan sunyi yang menua di dadanya. Ia menyimpan ratusan tangis yang tak bisa ditumpahkan dan ribuan tanya yang tak berani ia ucapkan. Tapi gadis kecil itu tetap berdiri, meski angin terus memaksanya jatuh. Ia tetap berjalan, meski jalannya dipenuhi duri, meski tak ada tangan yang menggenggamnya erat. Ini bukan kisah bahagia. Tapi ini kisah tentang bertahan, tentang keberanian untuk tetap hidup meski dunia berkali-kali memintanya menyerah. Karena kadang, harapan tidak datang dalam bentuk pelangi. Kadang, harapan hanya berupa napas yang tetap ia hembuskan... meski hati sudah letih. *** Update setiap Sabtu & Minggu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines