Amara dan para Penculik

Amara dan para Penculik

  • WpView
    Reads 3,858
  • WpVote
    Votes 86
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 27, 2025
Prolog Raka hanya ingin uang. Dunia sudah terlalu lama menggertaknya. Maka ketika kesempatan itu datang-menculik putri tunggal seorang tuan kaya raya-ia mengangguk tanpa ragu. Ini bukan soal moral. Ini soal bertahan hidup. Damar... melontarkan ide ditengah mabuknya. Ia tak pernah peduli siapa yang harus disakiti, asalkan ada cukup rokok dan minuman untuk membuat malam-malamnya terasa tidak terlalu sunyi. Tapi ketika gadis itu dibawa masuk, dengan mata tertutup dan tubuh yang terlalu tenang untuk seorang korban penculikan, Damar merasa sesuatu yang aneh tumbuh perlahan di dadanya. Rasa tak nyaman yang tak bisa ia tolak. Hari demi hari berlalu. Gadis itu tidak menangis. Tidak memberontak. Bahkan tidak merengek minta pulang. Ia hanya duduk diam, makan roti kering dengan sopan, dan berkata "terima kasih" pada dua orang asing yang mengikat matanya dengan kain hitam. Damar melihat luka-luka di punggung gadis itu saat memandikannya. Raka mendengar suara gemetar saat ia bicara soal ayahnya. Dan keduanya mulai bertanya, siapa sebenarnya yang menyelamatkan siapa?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MY HOPE IS YOU (END)
  • HANYA AKU DAN KAMU
  • Love Will Find A Way
  • Menyentuh luka ( Tamat )
  • My Sugar Daddy(END)
  • Love Bombing
  • Daddy Sitter 21+ (END)
  • Blame The Silence (END)
  • Sugar Baby Milik Pak Dosen
  • Tutup Mulut (21+)
  • Rekal Rara [END]
  • LAVANYA
  • Little Lady [END]
  • Torn to Two [21+]

Dia periang tapi tidak senang, dia gembira tapi juga penuh luka. Hanya berbagi kisah bahagia tanpa kesedihan. Menceritakan kasih sayang yang penuh damba. Munafik? menutup kesedihan dengan kebahagiaan? Menunjukkan "Aku kuat aku bisa, ya aku mampu!. Apa jadinya bila semua itu terjadi pada perempuan yang mendiskripsikan dirinya sendiri seperti paragfraf diatas? Dia tidak terlihat bergoyang ketika bagian patahan kayu yang kokoh itu menggores tubuhnya. Masih berdiri tegak menantang siapa lagi yang akan menenggelamkan dia dalam badai ini. Kisah yang akan di bagikan menceritakan tentang bagaimana hidupnya mulai berjalan seiring waktu yang memaikan perasaannya. Rupanya dia tidak sekuat yang dibayangkan. Goresan patahan itu ternyata meninggalkan bekas yang tidak terlihat namun dapat dirasakan. Mulai mencari penompang mencari siapa yang bisa menyanggah tubuhnya berdiri tegak kembali. Siapa seseorang itu yang bisa menyembuhkan lukanya yang ternyata kian melebar. terlalu lama ia pendam sendiri sampai tidak sadar dirinya sudah mulai rapuh dan terkikis. "Kamu? ia kamu, tolong bawa dia kembali rangkul dia sekuat mungkin, lettakan tanganmu didadanya seraya berkata " semua akan baik-baik saja".

More details
WpActionLinkContent Guidelines