Titik Dua; Kita

Titik Dua; Kita

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 9, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Dua remaja, dipertemukan bukan karena takdir indah, melainkan oleh ruang rumah sakit yang dingin dan sunyi. Mereka sama-sama menggendong sakit yang perlahan merenggut hari-hari mudanya. Tuhan menganugerahi mereka kesempatan untuk menjadi kuat tapi tidak semua anugerah mampu mereka genggam erat. Di antara tawa yang dipaksakan dan senyum yang berusaha tetap hidup, mereka saling menguatkan meski diam-diam sama-sama lelah. Dan ketika satu langkah harus terhenti lebih dulu, yang tertinggal bukan hanya luka, tapi juga harapan yang pernah mereka bagi. Ini bukan cerita tentang akhir yang bahagia. Ini tentang keberanian untuk tetap hidup, meski tahu hari esok belum tentu datang. Aku bisa saja berhenti, menyerah, tapi kamu hadir dan kita memilih untuk tetap lanjut meski dunia pelan-pelan memisahkan. Selamat membaca, semoga kamu bisa merasa.💐💗
All Rights Reserved
#100
harmonis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Full Of Scratches
  • Aku Disini Kak! [End]
  • LAUT UNTUK LANGIT (END)
  • Destiny ✓
  • Nanti Juga Sampai
  • Devaul • completed
  • Till I Meet You
  • Keenan (Completed)
  • Cerita Tentang Kita

Jangan lupa vote yaaa! 🤗 Karena dukungan kalian begitu berarti buatku!🤗 ________________________________ Takkan pernah terbayangkan sebelumnya jika kehidupan yang digariskan oleh Tuhan ternyata se-pelik ini. Ia bahkan merasa masalah sangat senang menghinggapi dirinya. Ia hanya bisa berharap akan ada secercah cahaya yang membawa harapannya mengudara bersamaan dengan teka-teki dalam hidupnya dapat terpecahkan. * * * "Saya akan pastikan bahwa seluruh anggota keluargamu akan menanggung akibatnya! Saya bersumpah!!" _ "Manusia mana yang tidak takut mati?" _ "Sebelum pergi, aku hanya ingin mengungkap satu hal agar aku bisa pergi dengan tenang. Hal yang membuatku begitu penasaran setengah mati. Tolong izinkan aku ya tuhan... " _ "Aku hanya ingin tahu kebenaran seperti apa dibaliknya, bukan membuka luka lama. Karena bagaimanapun, luka sudah menjadi teman dalam hidupku sejak kejadian itu. Jadi, meski luka lama itu dibuka atau tidak, aku sudah terluka dengan hebat." _ "Terima kasih telah mengajarkan ku apa arti hidup itu. Aku tidak menyesal dan aku bahagia..." * * *

More details
WpActionLinkContent Guidelines