Jevan tumbuh di rumah yang dulu riuh oleh tawa enam abang nya, tapi kini hanya berisi suara pintu yang tak lagi dibuka dari luar. satu per satu mereka pergi meninggalkan rumah.
sementara itu, jevan tinggal. menyusuri hari-hari di rumah yang perlahan senyap. bukan karena tak punya mimpi, tapi karena belum tahu ke mana harus melangkah. dalam diamnya, jevan belajar tumbuh tanpa pelukan abang-abangnya. belajar menemukan dirinya sendiri, di tengah bayang-bayang mereka yang dulu mengisi tiap sudut rumah.
ini bukan kisah perpisahan. ini kisah tentang bagaimana seseorang yang tinggal, juga sedang berjalan. diam-diam, dalam dirinya sendiri.
kisah empat bersaudara yang hidupnya kadang di bawah kadang di comberan deket deket selokan, mereka harus bisa mandiri karna keadaan ayah nya pergi meninggalkan bundanya untuk selamanya peran penting untuk si bungsu tak akan pernah ia rasakan selamanya tapi bukan berarti saudaranya ga mengambil peran ayah di dalam hidup si bungsu justru kini mereka selalu menjadikan keluarga nomer satu, sampai.. suatu saat mereka menemukan belahan jiwa mereka masing-masing.