We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
BEHIND THE SCENE

BEHIND THE SCENE

  • WpView
    Reads 22,287
  • WpVote
    Votes 1,461
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 6, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
DISCLAIMER!! Cerita ini hanya fiktif belaka. Only my delulu tentang apa yang terjadi "dibelakang panggung" kehidupan #lingorm sehari-hari. Dari momen-momen manis yang berseliweran di Media Sosial, sehingga tercipta skenario aneh dalam kepalaku. Harus aku tulis, kalau enggak kepalaku penuh. Haha. Enjoy!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 9. Level Up! GXG (FREENBECKY POV) (END)
  • AURA !!! (Ormling x lingorm)
  • Marriage Contract (Lingorm)
  • M E M O R Y  (On Going)
  • And Then You Came (Completed)
  • Drown to You - LingOrm (END)
  • Because Of You.. (Karena Kamu..) I LingOrm
  • Love Bargaining
  • Eyes That Never Looked Back I LingOrm [Bahasa Indonesia]

18+ "Karena syuting akan mulai bulan depan, jadi aku ingin kalian menjalin hubungan yang lebih dekat. Maksudku, bukan dekat seperti... Ya kalian tahu sendiri. Tapi, sebagai teman. Kalian bisa mulai dengan pergi makan sushi berdua. Atau, jalan-jalan. Anggap saja bagian dari pengenalan karakter. Aku punya rencana besar. Tapi, aku tidak akan menceritakannya sebelum investor kita tanda tangan. Aku tidak mau memberi harapan yang muluk-muluk." Elean menunggu tanggapan kami. Namun baik aku maupun Bern tidak mengatakan apa-apa. "Artinya kalian setuju?" tanya Elean. "Kalau Bern tidak masalah, aku juga tidak akan keberatan." "Bern?" Aku menoleh untuk melihat ekspresinya. Bern tersenyum lagi dan kali ini ia menoleh untuk menunjukkan langsung apa yang tertulis di wajahnya padaku. Bibirnya tertarik naik membentuk bulan sabit. Membuat pipinya yang lembut dan segar terdorong naik dan menghimpit dua bola biru dalam matanya. OH! Lesung pipinya! "Aku tidak keberatan, Kak Flo." Ya ampun! Serangan apa yang barusan itu? Bernadetta cantik sekali!

More details
WpActionLinkContent Guidelines