Kedhaton Soegharmaloka

Kedhaton Soegharmaloka

  • WpView
    Reads 139
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 15, 2026
Laksita Ambar Rahayu gadis berparas cantik yang kini menghirup udara kota yang menjadi tempat kelahirannya "Soegharmaloka" yang berada di pulau Jawa. Laksita atau yang kerap di panggil Ambar gadis itu tersenyum cerah memandangi kota kelahirannya, setelah belasan tahun tumbuh di Jakarta. Memandang keindahan di kota yang ia rindukan membuat nya percaya bahwa usaha membujuk kedua orang tua nya untuk kembali ke kota ini akan membawa sesuatu yang istimewa nanti nya. Kota kelahirannya itu sangat kental akan budaya serta hal mistis yang sangat mendarah daging. Di setiap bagian kota di penuhi akan banyak nya tumbuhan bunga melati dan mawar, serta bunga kantil sebagai pelengkapnya. Larangan keluar malam pada saat malam Jum'at serta malam satu suro membuat banyak pertanyaan di pikiran nya. "Cah ayu, ojo metu-metu lan ojo nyawang metu ing malem jumat lan malem siji Suro, ojo nggatekake apa wae sing dirungokake." Cerita ini hanya fiktif belaka semua yang ada dalam cerita hanya karangan dan tidak membawa kerajaan manapun agar tidak terikat/terkena konflik budaya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Susu untuk Bayi Gaib
  • Bayangan di Balik Kabut
  • Sebelum Malam
  • GARWA RAHASIA: Bayang-Bayang di Balik Tahta
  • Sumilir [Selesai | Lengkap]
  • PRIMPENI
  • ATMAN
  • AMANJIWO 2 : Kisah Untuk K
  • Dua Nuansa Senja
  • Apes kang Mbekta Kabegjan (Completed) ✓

Sebuah kisah gelap tentang ambisi memiliki keturunan. Tini, ibu muda berusia 19 tahun, terpaksa menerima tawaran menjadi ibu susu di rumah Joglo mewah milik Nyonya Arini. Keputusan yang akan mengubah hidupnya selamanya. Di balik kemegahan ukiran kayu jati dan aroma melati yang memabukkan, tersimpan rahasia kelam tentang keluarga ningrat yang terobsesi memiliki keturunan. Saat Tini menyadari bahwa bayi yang harus disusuinya tak seperti bayi pada umumnya, ia sudah terlanjur terikat kontrak mistis yang tak bisa dibatalkan. Kisah horor Jawa ini akan membawa pembaca menyusuri lorong-lorong gelap rumah Joglo, menghadapi pertanyaan mengganggu tentang makna keibuan, dan harga yang harus dibayar untuk memenuhi tuntutan masyarakat akan kehadiran seorang anak. --- "Setiap wanita memiliki lukanya sendiri. Jangan tambah dalam dengan pertanyaan yang tak perlu, kapan punya anak?" Sebuah pengingat bahwa di balik senyum sopan dan jawaban klise "belum rejeki" dari mereka yang belum dikaruniai anak, mungkin tersimpan kepedihan dan pergulatan batin yang tak pernah kita pahami. Novel ini mengajak kita merefleksikan kembali sensitivitas dalam berinteraksi dengan sesama, terutama terkait isu kesuburan dan keibuan yang begitu personal. Dilarang menjiplak, mengambil sebagian scene ataupun membuatnya dalam bentuk tulisan lain ataupun video tanpa izin penulis. Jika melihat novel ini diplagiat, tolong lapor ke Ig/fb: @hayisaaaroon. Terima kasih, selamat membaca, semoga menghibur dan bermanfaat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines