Sigma Protocol

Sigma Protocol

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 19, 2025
Suatu hari, pemerintah mengumumkan sebuah program pendidikan baru yang akan diterapkan di seluruh sekolah tingkat SMA/SMK sederajat. Tidak ada penjelasan rinci mengenai bagaimana program ini akan berjalan, hanya dikatakan bahwa tujuannya adalah untuk meningkatkan nilai para pelajar. Pengumuman ini memicu banyak perdebatan - ada yang menyambutnya dengan antusias, ada pula yang meragukannya. Namun, tiga hari setelah pengumuman itu disampaikan, program tersebut tetap dijalankan. Sebagai seorang pelajar, tentu saja aku menerimanya. Bagaimanapun, pemerintah pasti melakukan ini demi kebaikan kami para pelajar, bukan? Tapi begitu orang-orang yang akan menjalankan program itu masuk ke sekolah kami, semuanya berubah. Itu hanyalah topeng yang sedang mereka kenakan agar terlihat baik. Mereka... bedebah sialan. ••• #karya_asli #karya_original Star : 19 April 2025 End : [On Going]
All Rights Reserved
#285
system
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 100%(on Going)
  • AODRA
  • ASKAR SCHOOL
  • Unfamiliar Twins (END)
  • TARTARUS (END)
  • NOBODY'S WEAK || -Trying to Stop - [✓]
  • Partner Tutor [TAMAT]
  • TIREYA
  • Two Brother Zombie in Love [SELESAI]
  • CGM SCHOOL

Entah ini kegilaan atau sekadar permainan takdir. Hidup mereka terjebak dalam algoritma menyakitkan, dipaksa bertahan di tempat penuh rahasia dan aturan tak kasat mata. Namun kali ini, mereka tak akan tunduk. Mereka berdiri tegak, menantang takdir dengan keyakinan dan kekuatan mereka sendiri. 🌿🌿🌿 Delapan anak- Dengan keistimewaan tak biasa. Dengan ujian yang tak manusiawi. Dengan takdir mengikat mereka dalam sebuah pertempuran tanpa akhir. Dengan kekuatan hebat saling melengkapi, sekaligus menghancurkan. 🌿🌿🌿 Sekolah asrama itu bukan sekadar tempat belajar. Sistemnya menjebak mereka dalam belenggu tak terlihat. Tak menyiksa secara langsung, tapi perlahan mengikis kewarasan mereka. Bisakah mereka melawan sesuatu yang bahkan tak bisa mereka pahami? Ataukah mereka hanya akan menjadi bagian dari sistem, selamanya? 🌿🌿🌿 Dilarang plagiat, ini hasil murni dari pemikiran saya sendiri

More details
WpActionLinkContent Guidelines