Sunshine in Apartment (mature)

Sunshine in Apartment (mature)

  • WpView
    Reads 969
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 6, 2025
Perla Viyella, wanita berumur 23 tahun yang nekat pergi ke Bali untuk berkuliah di fakultas sastra inggris dengan uang tabungan yang seadanya. Sehari tinggal di Bali, Perla bertemu dengan seorang pria yang berpenampilan berantakan tak karuan yang bernama Fajar. Pria itu menyimpan banyak misteri yang dapat Perla rasakan, entah luka apa yang menyelimuti hatinya namun pria itu tidak pernah bersikap baik padanya karena perlu menjaga perasaan kekasihnya. Padahal, Perla tahu kekasih pria itu berselingkuh dengan pria lain. Hingga suatu saat, pria bernama lengkap Alfajari Van Joseph itu jatuh cinta telak pada kecantikan dan kemolekan tubuh Perla, ia tidak bisa menyangkal bahwa ia sungguh tergila-gila pada wanita tersebut.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pelayan Sang Tuan
  • fatqell - DEAL WITH THE DEVIL
  • YOU & ME
  • The Bitter Life Of Billionaire [END]
  • Akan'kah Badai Berlalu? (Sekat Tak Berjarak) SELESAI
  • I'LL TAKE WHAT YOU HAVE (TAMAT)
  • SERA
  • Romantic Rhapsody
  • From Betrayed To love

Next Story Saga Sesil Banyu Dirgantara & Davina Riley Davina Riley, harus membayar nyawa yang nyaris dan sudah dilayangkan oleh sang ayah, Jimi. Sebagai pelayan Dirga. *** "Davina Riley?" Mata gadis itu mengerjap-ngerjap, seolah menahan rasa kantuk yang mulai menyelimuti. Sebelum kemudian benar-benar tak berdaya dam membiarkan kegelapan mengambil alih, menjatuhkan kepala ke tanah. Dirga menoleh ke arah kaki kanan gadis itu yang masih merembeskan darah. "Kita hanya perlu membiarkannya. Tak akan menunggu lama sebelum dia mati kehabisan darah," ujar Clay, mengamati tangan Dirga yang sudah mengenakan sarung tangan. Tak perlu ada sidik jari yang akan merepotkan. "Dan ini daerah terpencil. Jejak kita akan hilang oleh hujan dan panas." Dirga terdiam. Sekali lagi menatap wajah gadis itu yang mulai pucat. "Dan ini akan menjadi kematian yang mudah untuknya," dengusnya kemudian. Kematian yang diberikan Jimi jelas tidak berjalan mudah untuknya. Bayaran ini terlalu mudah. "Lalu?" Dirga merogoh saku di balik jasnya dan mengeluskan sapu tangan berwarna biru lautnya. Menggunakan kain itu untuk membebat kaki gadis itu. Lalu menggendong tubuh mungil si gadis dan berkata pada Clay, "Panggil seseorang untuk mengeluarkan pelurunya." Clay bekerut kening. "Kau akan menyelamatkannya?" "Ya, aku harus menyelamatkannya lebih dulu sebelum memberinya dan ayahnya hukuman, kan?" Seringai tersungging di ujung bibir Dirga. "Aku butuh pembayaran yang lunas dan mahal."

More details
WpActionLinkContent Guidelines