lengkap bukan berarti cemara

lengkap bukan berarti cemara

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 10, 2025
WpInfo
Non-Fiction
Tidak semua yang terlihat lengkap itu bahagia. Aku adalah anak terakhir dalam keluarga yang katanya utuh, tapi tak pernah benar-benar hangat. Dari luar, semua tampak harmonis. Tapi di dalam... penuh bentakan, dingin, dan luka yang gak pernah kelihatan. Cerita ini memang dibungkus dengan fiksi, tapi rasanya nyata. Karena sebagian besar berasal dari kehidupan yang sebenarnya-tentang menjadi harapan terakhir, tapi gak pernah dikasih semangat. "Lengkap Bukan Berarti Cemara" adalah cerita tentang anak yang berjuang menemukan arti rumah, meski harus berdiri sendirian di tengah badai yang gak pernah berhenti. Kalau lo pernah ngerasa sendirian walau dikelilingi orang-orang, mungkin cerita ini bisa jadi suara yang lo cari.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kami Tumbuh Dari Ledakan
  • Halaman Hidupku
  • KETIKA LABEL TIDAK LAGI MENENTUKAN SIAPA KITA
  • SMARA DIKTA
  • Permainan Takdir [TAMAT]
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • NOESIS [END]
  • »The Love Behind Secrets!
  • RUANG DEPRESI [ END ]

Di sebuah rumah yang lebih sering berisik oleh bentakan daripada tawa, tiga anak tumbuh dari puing-puing cinta yang retak. Ara, si sulung yang belajar menjadi atap saat bapaknya lebih sering pergi ketimbang tinggal. Rei, anak tengah yang mencoba menjadi lelaki tanpa pernah punya contoh. Dan Zea, si bungsu yang bersembunyi di balik boneka bermata satu sambil bertanya dalam hati: "Apa semua rumah seperti ini?" Saat rumah yang dulu mereka sebut "pulang" tak lagi memberi tempat, satu per satu dari mereka harus memilih: tinggal dalam reruntuhan, atau membangun sendiri pondasi baru-meski dengan tangan gemetar. Ini bukan kisah keluarga yang sempurna. Ini kisah tentang bertahan meski tidak utuh, tentang anak-anak yang tak ingin mewarisi luka orang tuanya. Dan tentang keberanian untuk berkata: "Ledakan itu berhenti di sini." Karena tumbuh dari kehancuran... bukan alasan untuk mencintai dengan cara yang menyakitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines