Story cover for NIHILISME by achdanny_
NIHILISME
  • WpView
    MGA BUMASA 118
  • WpVote
    Mga Boto 6
  • WpPart
    Mga Parte 11
  • WpView
    MGA BUMASA 118
  • WpVote
    Mga Boto 6
  • WpPart
    Mga Parte 11
Kumpleto, Unang na-publish Apr 09, 2025
Aku tidak menulis buku ini sebagai bentuk nasihat, apalagi tuntunan. Aku menulisnya karena aku perlu bicara-kepada siapa saja yang pernah merasa asing di tanah sendiri, kehilangan arah, atau mempertanyakan makna dari segalanya.

Lewat pengalaman hidup dari Tangerang, Palembang, hingga Bojonegoro, aku menyaksikan sendiri bagaimana harapan bisa dibentuk, dirusak, lalu dikubur dalam diam. Buku ini adalah bentuk kejujuran: tentang pendidikan yang kerap menyesatkan, agama yang kehilangan ruh, dan masyarakat yang lebih suka diam daripada bertanya.

Namun di balik itu semua, aku percaya satu hal: dari kehampaan pun, kita bisa menciptakan makna baru-asal kita berani menatapnya, bukan lari darinya.

"Aku tidak lagi mencari makna dalam bentuk yang muluk. Aku hanya ingin hidup dengan sadar, hadir sepenuhnya dalam kesementaraan ini."


Bacalah jika kamu ingin tahu rasanya bertanya terus-menerus, dan tetap memilih untuk hidup.
All Rights Reserved
Sign up to add NIHILISME to your library and receive updates
o
#82realita
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
MISTERI PETUALANGAN DALAM LABIRIN ILUSI ni danidamanik911
14 mga parte Ongoing
Pernahkah Anda merasa hidup di tengah pesta topeng yang tak berkesudahan, di mana tawa bisa tiba-tiba menjelma menjadi tangis pilu, dan kemewahan menyembunyikan kemunafikan yang menggerogoti nurani? Selamat datang di dunia yang dipenuhi "Warna-warni Kepalsuan," sebuah labirin realitas yang absurd, disaksikan melalui mata seorang tokoh yang terperangkap di dalamnya. Bayangkan seorang komedian melontarkan lelucon getir yang justru mengalirkan air mata, seorang pengemis lusuh memanggul kekayaan yang kontras dengan penampilannya, dan para penguasa negeri berdebat tentang kemiskinan dari balik dinding hotel bintang lima yang gemerlap. Inilah ironi yang menjadi santapan sehari-hari di labirin ini. Namun, kepalsuan tak hanya meracuni panggung sosial. Bahkan cinta yang seharusnya suci pun ikut terdistorsi, bertransformasi menjadi tragedi prematur akibat idealisme yang membutakan dan nafsu yang membutakan. Di tengah pusaran kejanggalan ini, tokoh utama kita merasakan mual yang kian mencekik, sebuah reaksi naluriah terhadap kepura-puraan yang merajalela. Terjebak dalam labirin tanpa ujung, satu pertanyaan terus menghantuinya: di manakah gerbang menuju keaslian di tengah gemerlap kepalsuan ini? Bersiaplah untuk menyelami sebuah narasi yang akan mengusik keyakinan Anda tentang realitas, mempertanyakan setiap senyum dan air mata yang Anda lihat, dan membawa Anda dalam pencarian kebenaran yang tersembunyi di balik indahnya kebohongan. Apakah tokoh kita akan berhasil menembus "warna-warni kepalsuan" yang mengitarinya, ataukah ia akan selamanya menjadi bagian dari sandiwara tanpa akhir ini?
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 9
Resital Sunyi (End) cover
Putralisha~ cover
**RAHASIA PULAU YG TERLUPAKAN** cover
RESTOE BUMI cover
Surat Untuk Perasaan Yang Tak dimengerti cover
MISTERI PETUALANGAN DALAM LABIRIN ILUSI cover
NATHA: AFTER SHE GO || ON GOING cover
Friendzone [END] cover
NIKUNG ፧ jaemren ✓ cover

Resital Sunyi (End)

72 parte Kumpleto

Ada cinta yang dikejar bukan karena jiwanya menyentuh, tapi karena citranya menjanjikan kesempurnaan. Ada yang dipilih bukan karena diinginkan, tapi karena hadirnya memudahkan. Sebagian hati hadir bukan untuk dimiliki, melainkan menjadi tempat singgah dalam badai yang tak kunjung reda, lalu dilupakan saat matahari kembali menyapa. Dan ada pula hati yang tak bersuara, menunggu dalam senyap, memanggul rindu tanpa jaminan akan menjadi tempat pulang. Hati yang tak pernah ditanya, tapi selalu ada; menjadi rumah bagi seseorang yang tak pernah ingin tinggal. Lucunya, cinta tak pernah paham logika. Ia tak memilih yang pantas, tak menetap pada yang layak. Ia berdiam di tempat yang paling retak, tumbuh di antara luka-luka yang belum sempat sembuh, menjadikan harapan sebagai candu untuk bertahan. Ini bukan sekadar cerita tentang cinta yang tak terbalas. Ini tentang jiwa yang rela menjadi persinggahan dalam hidup orang lain, meski ia diciptakan untuk menjadi rumah. Tentang keberanian mencintai tanpa pamrih, tentang ketulusan yang tak meminta kembali. Karena mungkin, dalam dimensi cinta yang paling sunyi, hadir, meski tak dianggap, lebih bermakna daripada pergi tanpa sempat menyentuh. - "Lo tuh bukan yang gue mau, Bun. Lo cuma yang kebetulan ada pas gue hancur." -Lautvianar "Gue tau gue cuma pelampiasan. Tapi lo tau yang lebih nyakitin? Bahkan buat nyakitin, lo masih butuh gue." -Embunara