We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Kita Tak Pernah Sama

Kita Tak Pernah Sama

  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 10, 2025
WpInfo
Non-Fiction
Mereka tumbuh bersama-bermain di bawah pohon mangga, berbagi tawa dan luka kecil masa kanak-kanak. Sarah mengira perasaan itu akan tetap sama selamanya. Tapi waktu punya caranya sendiri untuk mengubah segalanya. Lukman tumbuh jadi seseorang yang semua orang suka. Sedangkan Sarah tetap di tempat yang sama, mencintai diam-diam dari jauh. Ini bukan tentang akhir yang bahagia. Ini tentang mencintai tanpa pernah bisa memiliki. Karena tidak semua sahabat diciptakan untuk saling jatuh cinta. Dan tidak semua cinta mendapat tempat di hati yang sama.
All Rights Reserved
#12
kenanganmasakecil
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • janji kecil
  • Qui Vivra Verra
  • Senja Di ujung Jari [Rorasa]
  • To Heal
  • Cahaya Dari Luka
  • Tanpa Suara, Aku Bertahan
  • AZAM : Satu Langit Dua Doa

SMA selalu menjadi babak baru dalam kehidupan, penuh dengan tantangan, pertemanan, dan perubahan yang tak terduga. Bagi Reyhan dan nayla, ini bukan hanya tentang mengejar nilai atau menentukan masa depan-ini juga tentang menemukan kembali sesuatu yang sempat hilang. Dulu, mereka adalah teman masa kecil yang tak terpisahkan. Reyhan, anak laki-laki yang selalu penuh energi dan suka bercanda, selalu berhasil membuat Nayla tersenyum di hari-hari mereka di SD. Sementara Nayla, dengan sifatnya yang lembut dan sedikit pemalu, selalu menjadi satu-satunya orang yang bisa memahami Reyhan di balik sikap cerianya. Namun, waktu memisahkan mereka saat masuk SMP. Tanpa disadari, persahabatan yang dulu begitu kuat mulai terkikis oleh jarak dan kesibukan masing-masing. Kini, di SMA, mereka kembali bertemu di kelas yang sama. Namun, banyak hal telah berubah. Reyhan tidak lagi sekadar bocah ceroboh yang selalu tertawa, dan Nayla kini lebih dewasa serta sulit ditebak. Mereka masih ingat kenangan lama, tetapi pertanyaan besar muncul-apakah mereka masih bisa menjadi sahabat seperti dulu, atau justru sesuatu yang baru mulai tumbuh di antara mereka?

More details
WpActionLinkContent Guidelines