Rumah Tanpa Pondasi

Rumah Tanpa Pondasi

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Sun, Apr 13, 2025
WpInfo
Non-Fiction
"Aku mengira hidup bisa sesimpel itu. Bergelimang harta, pasangan sempurna dan karir terjaga itu cukup." ucap wanita berheels tinggi itu. Sebuah perjalanan panjang mengubah pandangan tentang kehidupan seorang Ilona Zeline. Gadis keturunan Indo-Belanda yang akhirnya terjebak dalam sebuah ikatan pernikahan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langkah baru bersama mu
  • ROEMIT [TAMAT]
  • Money or love
  • from boss to husband |Sudah Terbit|
  • Kawin Kontrak ( End )
  • PERFECTLY IMPERFECT
  • MY CRUSH
  • Suddenly -We Get Married-
  • Bosku Selingkuhan ku

Setelah melewati masa lalu yang penuh penantian dan kehilangan, Nazla akhirnya melangkah ke fase baru dalam hidupnya-menjadi istri dari Ilham, teman sekelasnya semasa kuliah yang selama ini diam-diam menyimpan rasa. Kini, mereka tinggal di sebuah rumah sederhana di kota. Hari-hari Nazla kini dipenuhi dengan jadwal mengajar sebagai dosen muda, sementara Ilham, suaminya, bekerja di sebuah lembaga riset lingkungan. Kehidupan rumah tangga mereka dimulai tanpa gemerlap janji manis yang berlebihan, melainkan dari hal-hal sederhana yang mereka bangun bersama: sarapan pagi yang hangat, perjalanan singkat ke kampus, dan tawa di balik kelelahan hari-hari panjang. Namun, kehidupan pernikahan tidak selalu semudah kelihatannya. Di tengah kesibukan dan impian masing-masing, keduanya dihadapkan pada ujian: mampukah mereka menjaga cinta tetap hidup di tengah rutinitas yang semakin padat? --- > "Kalau kamu masih mikirin dia, ya udah! Angkat kaki dari rumah ini!" Suara Ilham menggema di ruangan itu, cukup lantang untuk membuat Nazla terdiam dan bergetar di tempatnya berdiri. > "Mas... kamu serius ngomong gitu ke aku?" Nazla hanya bisa menatap mata suaminya dengan tatapan kecewa, matanya berkaca-kaca.

More details
WpActionLinkContent Guidelines