Admiring from Afar

Admiring from Afar

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 26, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Bagiku, dia seperti bulan- tak bersinar paling terang, tapi paling menenangkan. Di antara banyak yang mengaguminya dalam diam, aku salah satunya, dan itu saja sudah cukup menyesakkan. Tak banyak bicara, tak banyak harapan, karena aku tahu, yang menatapnya bukan aku seorang. Namun tetap saja, setiap kali malam datang, tanpa sadar, diri ini selalu mencarinya di antara bintang-bintang. ••••• Pernah, aku bertanya pada diriku sendiri-kenapa harus kamu? Dari sekian banyak wajah yang kutemui, dari begitu banyak nama yang kukenal, mengapa justru kamu yang menetap paling lama di pikiranku? Sungguh, aku ingin bercerita tentang perjalanan panjang mengagumimu. Tapi setiap kali berada di dekatmu, semuanya buyar. Kalimat-kalimat yang sudah kususun rapi di kepala mendadak kacau, seakan tak pernah ada. Aku memang bukan seseorang yang pandai merangkai kata, apalagi menyusun cerita dengan indah. Maka biarkan kutulis saja sebagian kisah ini secara singkat, dari sudut pandangku sendiri-tentang rasa yang tumbuh tanpa pernah sempat meminta izin. Kuharap kamu selalu bahagia. Bahkan bila kebahagiaan itu bukan karena aku. -dari seseorang yang diam-diam mengagumimu, dari jauh. ••••• Ada yang sama kisahnya kaya cerita ini? Dukung cerita ini dengan vote yah, teman-teman. Mohon maaf masih banyak kesalahan, aku hanya sharing ceritaku sajaa.. Terima kasih, semuaa ♡
All Rights Reserved
#296
ikhlas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Remember Me As A Time of Day✅
  • Love In Silence
  • JAUH DIMATA DEKAT DIDOA
  • cinta untuk sang nona
  • You're Here, But Not For Me
  • MAS !
  • Kamu dan Negara S1 [SELESAI]
  • Maaf' (Revisi)
  • From Sorrow To Happiness || Mayor Teddy

Tidakkah kau rasakan waktu berlalu begitu cepat? Ia hampir saja membuatku melupakan satu hal yang paling menyakitkan tentang dirimu. Tentang kau yang tiba-tiba hilang seakan ditelan bumi. Tentang lenyapnya impian yang pernah kita rangkai bersama. Hidup bahagia dalam bahtera rumah tangga. Dan membangun sebuah keluarga kecil yang bahagia. Bahkan semua itu telah kita susun sedemikian apik dan terlaksana sesuai harapan. Namun ternyata kenyataan menamparku dengan kepergianmu. Kehidupan kita yang aku damba-dambakan sekarang hanya menjadi sebatas imajinasi. Sejak kepergianmu tak ada satu haripun yang aku lewati tanpa memikirkanmu Berulang kali ku paksa memoriku untuk memutar deretan hari yang kita lewati bersama kedua buah hati kita sebelum kepergianmu itu, berharap aku bisa menemukan jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan yang menghantuiku. Namun tak ada satupun dari rentetan kenangan itu yang menjawab kegelisahanku. Sampai akhirnya waktu, benar membuatku terbiasa. Mencoba menghapus semuanya meski seringkali dadaku sesak karena tangis yang tak bisa kulepas. Dan kini sudah dua tahun kisah kita berakhir tanpa kata pisah Dan takdir seolah mempermainkanku dengan mempertemukan kita kembali secara tidak sengaja Kau masih sama, tidak ada yang berubah Kau masih seperti sosok yang dulu membuatku jatuh hati Tapi yang membuatku terpukul adalah Tuhan merenggut ingatanmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines