Kopi dan Kamu

Kopi dan Kamu

  • WpView
    LECTURES 13
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadContenu pour adultesEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., avr. 13, 2025
Di tengah tekanan kerja dan tuntutan keluarga, Jihan menemukan tempat paling tenang bukan di puncak karier atau di rumah orangtuanya-tapi di sebuah kedai kopi di atas langit, bersama barista yang selalu hadir tanpa diminta. Kisah dua orang dewasa yang tumbuh bersama perlahan, di tengah hari-hari biasa, kopi, dan percakapan kecil yang lama-lama menjadi rumah.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Unwritten Chapter
  • SECANGKIR KOPI SEBELUM PULANG || END
  • sleeping beauty✅✅(jikook)
  • Our Sunset | Yeonseok x Soobin
  • COFFEE IN LOVE
  • BACK TO FRIEND | JUNGHWAN X HAERIN (TAMAT)
  • [END] Sunday Morning
  • A Cup Of Coffee (Done)
  • Cerita Tentang Langit Malam

Mereka kira ceritanya sudah selesai. Ternyata masih ada bab yang belum diurai. --- Haris Yasa Yudhistira, penyanyi muda yang tiba-tiba naik daun dan jadi idola para kawula muda. Seperti musisi pada umumnya, Haris memiliki jadwal yang cukup padat. Adanya rasa lelah hingga muncul permasalahan pada tidurnya menjadi makanan sehari-hari. Hingga malam itu, dia memutuskan untuk mendatangi study cafe di depan studio yang menjadi langganannya setelah beberapa bulan terakhir tak dia kunjungi. Di sana dia bertemu dengan seorang barista perempuan berambut pendek yang sangat dia kenali. Gita Dahayu. Mahasiswa skripsi akut yang menjadi part-time worker di study cafe untuk mengisi waktu luang agar mendapat pemasukan tambahan. Namun pemasukan terhadap waktu luang dambaannya, membuat dia bertemu dengan seseorang yang tak pernah dia sangka sebelumnya. Tak pernah ada satu pun orang yang mengetahui hubungan antara lelaki dan perempuan yang pernah menjadi sejoli ini hingga akhirnya berhenti di tengah jalan. Berpisah selama hampir dua tahun merupakan waktu yang cukup untuk membuat jarak. Namun pertemuannya malam itu seolah menjadi klimaks yang belum mereda. Apakah cerita yang mereka pikir telah mencapai tahap penyelesaian justru hanya berhenti di tahap antiklimaks? Atau ternyata masih ada bab baru di tahap klimaks yang belum mencapai redanya? Atau bahkan masih ada bab lain yang ternyata belum dituliskan?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu