Aku Masih Disini Mama  (TAMAT)

Aku Masih Disini Mama (TAMAT)

  • WpView
    Reads 1,755
  • WpVote
    Votes 423
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadComplete Thu, May 15, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Hujan turun. Akasa menunggu. Di pinggir jalan, tubuh kecilnya menggigil bukan karena dingin, tapi karena kehilangan. Ia tak tahu, apakah Mamanya akan kembali... atau memang tak pernah berniat kembali. Namun, ketika satu pelukan pergi, semesta kirim pelindung baru. Tapi... apakah rumah baru bisa menyembuhkan luka lama?
All Rights Reserved
#9
anakterbuang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sudut Luka Nazea
  • VeeNara
  • Orang - Orang Menganggapku Rumah, Namun Rumahku Siapa?
  • Badai, Kapan Berlalu?
  • yang tinggal cuma luka, yang pulih cuma rumah
  • ALLIANRA
  • Look at Me, MAMA! ✔
  • Could you be a home for me? [TAMAT]
  • Langit yang tak pernah pulang

"ketakutan terbesar seorang anak adalah perpisahan orang tuanya. Kehilangan mama dan papa sama halnya dengan kehilangan seluruh napas. Enggak ada mama sama papa rasanya sunyi dan hampa, rasanya berkali-kali lipat lebih sakit dari apapun. Dunia juga terasa sudah tidak berarti." ~Queenza Nazea Azalea ˚₊‧꒰ა☁️☁️☁️໒꒱ ‧₊˚ Di ajarkan melangkah, meski tertatih-tatih dan berujung jatuh. Di latih menapaki tangga meski berulang kali terhenti karna lelah. Bagi nazea, hal yang paling menyedihkan adalah ketika dihadapkan dengan kehancuran keluarga. Nazea benci perpisahan. Karena nazea tidak suka di tinggalkan. Nazea benci sendirian, karena nazea kesepian. Namun, apa yang sudah retak, akan tetap pecah. Pada akhirnya, meskipun nazea tidak suka, nazea harus menerima. Ada yang mengangkat tangan tinggi-tinggi seraya menjerit tak sanggup, ada yang menyembunyikan kepedihan sekuat mungkin sembari terus menerus mengulas senyum. Karena hanya diperuntukkan dua pilihan, bertahan atau menyerah? Atau lebih tepatnya, mampukah berdiri di atas ubin keikhlasan? "lagi, dunia kembali mempermainkan hidupku. Namun, sampai kapan?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines