Langkah Kedua

Langkah Kedua

  • WpView
    Reads 354
  • WpVote
    Votes 57
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 24, 2025
Karina, 27 tahun. Sekretaris yang ceria, cerdas, dan nyaris selalu tersenyum. Tapi senyum itu menyimpan luka-dari pernikahan yang gagal, cinta yang tak pernah benar-benar memperjuangkannya, dan luka yang membuatnya menutup diri. Elvano, 32 tahun. Pria asing yang menyebalkan... dan menawan, membawa kehangatan yang menakutkan. Sentuhan yang terlalu mudah menghapus batas. Kata-kata yang membuat Karina ingin menyerah. Mereka bertemu lewat kesalahpahaman di tempat paling tak terduga-dan sejak malam itu, segalanya berubah. Karina tahu, kedekatan ini salah. Terlalu cepat. Terlalu dalam. Tapi mengapa hati (dan tubuhnya) justru tak ingin menjauh? ________ Hallow Guys!! Ini cerita pertamaku, ga tau akan disukai atau ga, tapi dikepalaku yang berisik, cerita ini seru sekali hehe Aku akan upload setiap jam 8 malam. Jangan lupa vote dan comment biar aku semangat nulis, Luv 🤍
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Terlanjur Resepsi
  • Partner In Love (Masih Direvisi)
  • Hutang Dibayar Ranjang (21+)
  • 🖤Rahasia diantara kita
  • Broken Flower ( Spin Off TERJEBAK)
  • Mencintai Nania
  • Marriage Contract🍂[Revisi]
  • Meniduri Wanita Lain [END]
  • REGRET

Kiran Mahesa, bujang lapuk yang ditinggal nikah oleh para adiknya. Diusia nya yang menginjak 32 tahun, dia sudah kebal digosipin disana sini. Dia nggak mau ambil pusing, selama makan nya cukup, gaji nya nggak dipotong dan cicilannya lancar. Dia bodo amat mau digosipin apa aja. Tapi berbeda jauh dengan sang ibu, yang semakin lama semakin khawatir karena anak sulung nya itu nggak menunjukkan tanda-tanda ingin beristri. Alhasil sang ibu semakin gencar mempromosikan anaknya kesana kemari. Terhitung sudah lebih dari 20 kali dia mengikuti kencan buta. Tapi semua yang mendekati Kiran nggak pernah bertahan lama. "Jangan kelamaan lajang, ntar expired." Ceramah bocil kemaren sore yang dulu nya doyan nongkrong di empang rumahnya. "Anak kecil gausah banyak omong." Balas Kiran cuek. "Aku udah gede ya, bang. Udah 23 tahun. Udah bisa jadi bini orang." Sungut perempuan tersebut kesal. Kiran melirik keatas dan kebawah secara seksama. Kemudian terkekeh pelan. "Nggak tuh, masih kecil." "SETAN!" *** Start : Sept 2023

More details
WpActionLinkContent Guidelines