Between the Lines

Between the Lines

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 31, 2025
Ia tidak pernah benar-benar jadi pusat cerita. Hanya seseorang yang lewat di halaman orang lain, lalu diam-diam tenggelam di bab miliknya sendiri. Pagi-pagi yang tenang. Busway yang sama. Toko buku kecil di ujung kota. Dan hari-hari yang berjalan seperti kalimat-kalimat biasa. Hingga satu pertemuan-yang terlihat sepele-membuka kembali halaman lama yang pernah ia lipat dan sembunyikan. Tentang masa lalu. Tentang luka yang tak pernah selesai ditulis. Dan tentang dirinya, yang selama ini hanya membaca cerita orang lain, tapi lupa menuliskan kisahnya sendiri. "Karena di antara spasi dan jeda, ada kisah yang menunggu untuk dimengerti. Dan terkadang, yang terpenting bukan yang paling keras terdengar, tapi yang tersembunyi, di antara baris-barisnya."
All Rights Reserved
#5
emotionaljourney
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (Revisi)
  • Embun di Ujung Semanggi
  • Before I Knew Light
  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Erlangga
  • Air Mata Elara
  • Bunuh Saja Aku Tuhan

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. Semua orang mengatakan Gita adalah penyebab kematian saudara kembarnya. Tidak ada yang peduli untuk bertanya bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang selama ini selalu berada di sisinya. Sejak tragedi itu, hidup Gita berubah sepenuhnya. Gadis yang dulu ceria kini hidup dalam bayang-bayang masa lalu, dikelilingi tatapan yang menghakimi dan tuduhan yang tak pernah hilang. Bertahun-tahun kemudian, ketika ia mulai mencoba menata hidupnya kembali, serpihan kebenaran yang lama terkubur perlahan muncul ke permukaan. Namun semakin dekat Gita pada jawaban yang selama ini ia cari, semakin ia menyadari bahwa tidak semua luka berasal dari kebencian. Sebagian lahir dari kata-kata yang tak pernah diucapkan. Dan sebagian lagi dari pertolongan yang datang terlambat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines