Story cover for Between the Lines by pagesandpauses
Between the Lines
  • WpView
    LECTURAS 22
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
  • WpView
    LECTURAS 22
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
Continúa, Has publicado abr 10, 2025
Ia tidak pernah benar-benar jadi pusat cerita.
Hanya seseorang yang lewat di halaman orang lain,
lalu diam-diam tenggelam di bab miliknya sendiri.

Pagi-pagi yang tenang.
Busway yang sama.
Toko buku kecil di ujung kota.
Dan hari-hari yang berjalan seperti kalimat-kalimat biasa.
Hingga satu pertemuan-yang terlihat sepele-membuka kembali halaman lama yang pernah ia lipat dan sembunyikan.

Tentang masa lalu. Tentang luka yang tak pernah selesai ditulis. Dan tentang dirinya, yang selama ini hanya membaca cerita orang lain, tapi lupa menuliskan kisahnya sendiri.

"Karena di antara spasi dan jeda,
ada kisah yang menunggu untuk dimengerti.
Dan terkadang,
yang terpenting bukan yang paling keras terdengar,
tapi yang tersembunyi,
di antara baris-barisnya."
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Between the Lines a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#57traumahealing
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
A Dying Butterfly [SEGERA TERBIT] de azuafara
123 partes Concluida
[ #1 Angst • 7 Juli 2025] [ #1 Lovetriangle • 22 Juni 2025] [ #1 Emosional • 14 Juni 2025] [ #1 Comingofage • 16 Mei 2025] [ #1 Secretlove • 2 Mei 2025] [ #1 Fiksiindonesia • 18 Agustus 2025] [ #1 FWB • 15 Oktober 2025] Ini adalah kisah dua orang yang sama-sama penuh luka, tapi juga sama-sama keras kepala dalam mencinta, dengan seluruh keberanian mereka. Mereka mencintai dengan membangkang pada ketakutan mereka sendiri. Dengan ego yang saling melukai. Dengan kesetiaan yang beralasan satu janji. Ada yang indah dari cara mereka tetap saling merawat, meski semesta belum memberi tempat. Ada yang memilukan, tapi juga mengharukan, dari cinta yang bertahan bukan karena segalanya baik-baik saja, melainkan karena mereka berdua memilih untuk tidak menyerah. Mereka tragis. Tapi juga manis. Mereka tulus. Tapi jalannya tidak mulus. Dan mungkin, itu justru lebih menyakitkan daripada hubungan yang hancur karena benci. Sebab, dalam cinta seperti ini ... yang paling menyesakkan adalah tahu bahwa mereka saling mencintai, tapi tidak yakin, apakah cinta itu cukup untuk menyelamatkan mereka dari semua ini. --- Ini bukan cerita singkat. Tokoh-tokoh di dalamnya tidak hadir sekadar untuk lewat. Mereka tumbuh perlahan, jatuh pelan-pelan, lalu bangkit dengan cara yang hanya bisa dipahami jika kamu bersedia bertahan. Tulisan ini panjang karena mereka layak diceritakan dengan utuh. Setiap bab, setiap percakapan, setiap jeda, dibangun untuk mengenalkan mereka apa adanya: rapuh, egois, lembut, lucu, menyebalkan, dan menggemaskan. Jika kamu bertahan sampai akhir, satu hal yang pasti akan terjadi adalah ... kamu akan menyayangi mereka, mungkin bahkan lebih dari yang kamu kira.
Air Mata Elara  de yukipikaa
31 partes Continúa
"Lingkungan ini sungguh toxic, Sya. Padahal ini SMP impian ku." -Elara Lovelya Evanzha- "Aku bakal terus nemenin kamu dan aku gak mau, El. Lihat kamu punya banyak trauma bullying karena aku tahu rasanya di-bully itu gimana." -Rasya Erga Arsyaka- Cerita ini asli karangan author, jika ada kesamaan itu ketidaksengajaan dan tidak bermaksud melanggar hak cipta. Dan plagiat silahkan pergi jauh ❗⚠️ Mohon maaf karena cerita ini sedikit disertai dengan Bahasa Jawa, dan juga ada kata-kata yang kasar, mohon pengertiannya. °°° Semua orang merasa bahagia ketika ia diterima di salah satu sekolah impian, akan tetapi itu menjadi hal yang berbalik bagi seorang gadis berambut kepang yang bernama Elara. Dia sama sekali tidak merasakan kebahagiaan apapun saat dia diterima di SMP impiannya, malah yang ia rasakan hanya sebuah kesengsaraan, kebohongan, penyiksaan, bahkan masa putih biru bagi Elara adalah jebakan neraka. Namun, itu berubah setidaknya 40% saat ia bertemu dengan seorang laki-laki tampan yang bernama Rasya, awalnya Elara tidak menyangka jika Rasya selalu baik dan menolongnya walaupun Rasya dikenal begitu cuek dan dingin, bahkan Rasya sering membela Elara saat gadis itu mengalami perundungan. Akankah Rasya bisa membuat Elara bertahan di dalam lingkungan penuh pembullyan yang tidak kenal ampun? °°° Semoga kalian enjoy dengan cerita ini and jangan lupa tinggalkan jejak seperti vote dan komen. Dan hargai penulis dengan cara tidak menjiplak karya nya. Start: 28-9-2024 Finish: - Note: Seluruh chapter sedang direvisi dan sebagian chapter alurnya akan diubah, jadi mohon dimaklumi jika kalian menemukan komentar yang tidak sesuai dengan isi ⚠️.
Quizás también te guste
Slide 1 of 8
Resital Sunyi (End) cover
A Dying Butterfly [SEGERA TERBIT] cover
Bunuh Saja Aku Tuhan cover
Erlangga cover
[✔️terbit] 1. The Girl That Hurt cover
Air Mata Elara  cover
Before I Knew Light cover
ELGITA  (TERBIT) cover

Resital Sunyi (End)

72 partes Concluida

Ada cinta yang dikejar bukan karena jiwanya menyentuh, tapi karena citranya menjanjikan kesempurnaan. Ada yang dipilih bukan karena diinginkan, tapi karena hadirnya memudahkan. Sebagian hati hadir bukan untuk dimiliki, melainkan menjadi tempat singgah dalam badai yang tak kunjung reda, lalu dilupakan saat matahari kembali menyapa. Dan ada pula hati yang tak bersuara, menunggu dalam senyap, memanggul rindu tanpa jaminan akan menjadi tempat pulang. Hati yang tak pernah ditanya, tapi selalu ada; menjadi rumah bagi seseorang yang tak pernah ingin tinggal. Lucunya, cinta tak pernah paham logika. Ia tak memilih yang pantas, tak menetap pada yang layak. Ia berdiam di tempat yang paling retak, tumbuh di antara luka-luka yang belum sempat sembuh, menjadikan harapan sebagai candu untuk bertahan. Ini bukan sekadar cerita tentang cinta yang tak terbalas. Ini tentang jiwa yang rela menjadi persinggahan dalam hidup orang lain, meski ia diciptakan untuk menjadi rumah. Tentang keberanian mencintai tanpa pamrih, tentang ketulusan yang tak meminta kembali. Karena mungkin, dalam dimensi cinta yang paling sunyi, hadir, meski tak dianggap, lebih bermakna daripada pergi tanpa sempat menyentuh. - "Lo tuh bukan yang gue mau, Bun. Lo cuma yang kebetulan ada pas gue hancur." -Lautvianar "Gue tau gue cuma pelampiasan. Tapi lo tau yang lebih nyakitin? Bahkan buat nyakitin, lo masih butuh gue." -Embunara