Kosan Koma Tujuh

Kosan Koma Tujuh

  • WpView
    Reads 538
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 30, 2025
Sheridan Natio, Sang Pemilik Kosan Koma tujuh, sekaligus anak dari Dr. Vanzer Natio. Suatu hari, entah mengapa ayahnya menghilang dan meninggalkan klinik miliknya itu yang ternyata tidak kosong. Seorang pasien terbaring koma di ranjang kamar nomor tujuh. Hilangnya Dr. Vanzer Natio disusul dengan hilangnya pasien tersebut. Sheridan panik dan mengira ini pesan dari ayahnya untuk segera menghilangkan klinik itu. Karena merasa bahwa bangunan itu masih bagus, Sheridan merenovasinya menjadi sebuah kos-kosan bergaya modern. Namun pertanyaannya, kemana sebenarnya Dr. Vanzer Natio pergi? Dan kemana pasien itu? [ON GOING!]
All Rights Reserved
#671
gitajkt48
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Luka Yang Tak Terobati [TERBIT]
  • Diary Raka [Selesai]
  • RUMAH BERATAP BOUGENVILLE
  • Janji Setia: love moon and back
  • Replaced With Happiness
  • Elegi Kecemburuan (ON GOING)
  • Flower Castle S1 ✔

[JUARA 2 FESTIVAL MENULIS NOVEL Season 5 FAZA CITRA PRODUCTION] 🕊 Ia datang, hadir di dalam kehidupannya di antara kabut yang menyelimuti dan dinginnya malam yang menggigit. Bagi Firmansyah, seorang internis yang kehilangan cahayanya semenjak dua tahun lalu, Nisa adalah bintang kejora dari banyaknya bintang-bintang yang menggantung di atas cakrawala tiap malamnya. Dan, bagi Nisa, dipertemukan Firmansyah adalah obat yang paling ampuh di tengah sakitnya yang kerap kali mendera. Menekuk tubuhnya. Namun, siapa sangka, keduanya harus dihadapkan dengan seorang wanita yang pandai bersandiwara di depan kamera, tapi tajam menancapkan sebilah pisau di belakang layar. Ini tentang cinta yang memilih untuk menetap meski pemilik hatinya telah pergi, tentang detak yang tetap dijaga, meski janatungnya tak lagi berdetak di pelukan yang sama. Hingga senja di suatu sore yang menenggelamkan cahaya meninggalkan tanya, "Masih bisakah cinta pulang, bila rumahya tak lagi ada?" (ROMANCE-MEDIC) 🌷🌷🌷 "Dia rumah, kuakui memang tidak sempurna. Jiwanya berteriak di atas ketidakberdayaan tubuhnya, lisannya selalu tertahan kala menyuarakan keadilan. Tapi, bersamanya tangisanku luruh di dalamnya." ©gardeniaja_

More details
WpActionLinkContent Guidelines