Daftar Rencana

Daftar Rencana

  • WpView
    Membaca 462
  • WpVote
    Vote 74
  • WpPart
    Bab 12
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Mar 15, 2026
WpInfo
Fiksi
Romansa
"Frung!" suara Kael terdengar dari luar kamar, tegas namun santai. Dengan langkah berat, Frung menyeret kakinya menuju pintu dan membukanya. Raut wajahnya jelas menunjukkan frustasi yang tak lagi bisa disembunyikan. "Apa?" tanyanya ketus, menatap Kael yang berdiri di ambang pintu dengan senyum tipis. Kael menatap adiknya sebentar, lalu berkata ringan, "Abang nitip Ssongjet di kamar kamu, ya." Satu kalimat. Hanya satu kalimat, namun cukup untuk membuat mata Frung membulat sempurna. Apa yang dimaksud Kakaknya? Dari semua kemungkinan yang bisa terjadi hari itu, berbagi kamar dengan Ssongjet, calon kakak ipar yang paling menyebalkan jelas bukan satu di antaranya. Atau bahkan hal itu masuk kedalam daftar mimpi buruk baginya. Kael seharusnya tahu kalau dia dan Ssongjet ibarat kucing dan anjing. Tidak pernah akur dan selalu saling menyindir. Tapi entah apa yang ada di pikiran kakaknya saat ini. Dengan santainya, dia menitipkan Ssongjet ke kamar Frung, seolah dua musuh bebuyutan itu akan saling membacakan puisi sebelum tidur. Dan yang paling Frung sayangkan adalah diamnya Ssongjet saat tau dia akan satu kamar dengannya! Apa yang Ssongjet pikirkan, seharusnya dia juga ikut menolak BUKAN MALAH DIAM!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#72
lesbian
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Brothers
  • 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ]
  • Hope is a dream that is doesn't sleep
  • ARGA [REVISI]
  • Perihal Sandwich(End)
  • Adka Is BABY [FemDom]
  • Wrong Dream
  • "diam-diam jatuh cinta"
  • Stay (Away)
  • Sinonim [Completed]√
Brothers

"Kay! Pikirin lagi deh ide gila lo ini! Masa gue sama Ray harus pake seragam begituan. Lo sih enak masih pakai seragam Ray. Gue dan Ray gimana?" Aku dan kedua saudara kembarku sedang berdiskusi di kamarku. Ini pernah dilakukan seminggu yang lalu saat Kay mengatakan ide gilanya kepadaku dan Ray. "Gak bisa Fay! Kan udah kesepakatan." Kay itu keras kepala. Mungkin karena merasa lahir lebih dulu, jadi dia selalu ingin menang sendiri. "Tapi kan lo bisa tukeran sama Ray tanpa harus melibatkan gue Kay!" aku protes sedangkan Ray diam saja. Dia benar-benar lamban. Sampai-sampai perempuan yang mendekatinya saja dia tidak menyadarinya. Itu karena kelambanan otak berpikirnya. "Gak bisa Fay sayoong! Ray itu gak bisa basket. Dia itu atlet renang. Jadi selama dia sekolah di tempat gue nanti, dia bakalan kalah terus kalau tanding sama yang lain. Bisa-bisa reputasi gue hancur gara-gara permainan basketnya yang parah." Aku tahu Ray memang tidak suka berlari, karena itu dia tidak suka bermain basket denganku dan Kay. Kalau kita bertiga sedang bermain bersama, Ray lebih memilih menonton aku dan Kay yang sibuk mencuri bola drible. "Lagipula kesepakatan terakhir itu mutlak setelah kita mengundinya. Jadi ini gak bisa diganggu gugat lagi. Besok kita mulai penyamaran. Gue jadi Ray, lo Fay jadi gue, dan Ray jadi lo Fay." Kay sudah memulai sikap otoriternya. Kalau sudah begini, aku dan Ray hanya bisa pasrah. Semoga Ayah dan Bunda tidak menyadarinya. Ayah mungkin tidak akan menyadarinya tapi Bunda sepertinya harus diwaspadai.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan