Story cover for Daftar Rencana  by jingga_99i
Daftar Rencana
  • WpView
    LECTURAS 413
  • WpVote
    Votos 72
  • WpPart
    Partes 11
  • WpView
    LECTURAS 413
  • WpVote
    Votos 72
  • WpPart
    Partes 11
Continúa, Has publicado abr 10, 2025
"Frung!" suara Kael terdengar dari luar kamar, tegas namun santai.

Dengan langkah berat, Frung menyeret kakinya menuju pintu dan membukanya. Raut wajahnya jelas menunjukkan frustasi yang tak lagi bisa disembunyikan.

"Apa?" tanyanya ketus, menatap Kael yang berdiri di ambang pintu dengan senyum tipis.

Kael menatap adiknya sebentar, lalu berkata ringan, "Abang nitip Ssongjet di kamar kamu, ya."

Satu kalimat. Hanya satu kalimat, namun cukup untuk membuat mata Frung membulat sempurna.

Apa yang dimaksud Kakaknya?

Dari semua kemungkinan yang bisa terjadi hari itu, berbagi kamar dengan Ssongjet, calon kakak ipar yang paling menyebalkan jelas bukan satu di antaranya. Atau bahkan hal itu masuk kedalam daftar mimpi buruk baginya.

Kael seharusnya tahu kalau dia dan Ssongjet ibarat kucing dan anjing. Tidak pernah akur dan selalu saling menyindir. 

Tapi entah apa yang ada di pikiran kakaknya saat ini. Dengan santainya, dia menitipkan Ssongjet ke kamar Frung, seolah dua musuh bebuyutan itu akan saling membacakan puisi sebelum tidur.

Dan yang paling Frung sayangkan adalah diamnya Ssongjet saat tau dia akan satu kamar dengannya! Apa yang Ssongjet pikirkan, seharusnya dia juga ikut menolak BUKAN MALAH DIAM!
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Daftar Rencana a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#228freen
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Not Me & Not Mine de elsyaqif
22 partes Continúa Contenido adulto
Tak ada kesalahan tanpa adanya sebuah perbuatan, begitu pula dengan kisah Zara dan Rafif-dua hati yang, entah bagaimana caranya, selalu kembali bertaut meski diwarnai begitu banyak perbedaan. Zara, seorang perempuan yang selalu berusaha memahami, menerima Rafif apa adanya, termasuk sifat kekanak-kanakannya yang sering kali membuatnya menghela napas panjang. Setiap kali dia menunjukkan sisi inner child-nya di saat-saat yang tak terduga, Zara tak bisa menahan diri untuk menyipitkan mata, menatapnya dengan ekspresi antara geli dan tidak percaya. "Kamu selalu bilang bisa menerima aku apa adanya, tapi tiap aku bersikap begini, ekspresimu langsung berubah," Rafif bersedekap, bibirnya mengerucut seakan protes. Zara mendesah pelan, menyilangkan tangan di dada. "Bagaimana tidak? Kadang kamu bisa bertingkah seperti anak kecil, bahkan di tempat umum," ucapnya, setengah gemas setengah tak habis pikir. Cinta mereka bukanlah kisah yang selalu berjalan mulus. Ia tumbuh dengan caranya sendiri-kadang seperti bunga liar yang mekar tanpa aturan, kadang seperti lukisan abstrak yang penuh warna namun sulit untuk didefinisikan. "Ambil sepatumu dan pakai, Rafif. Di tempat seperti ini pun kamu tetap saja menyusahkan," ujar Zara, matanya melirik ke arah kaki Rafif yang masih telanjang di lantai dingin. Rafif terkekeh kecil, tidak tergesa-gesa mengambil sepatunya. "Aku cuma menunggu kamu dulu sebelum pakai sepatu," katanya ringan. Zara menghela napas lagi. "Aku pergi sebentar beli makanan, bukan pergi selamanya," ia menyodorkan sesuatu pada Rafif. Sekejap mata Rafif berbinar begitu melihat apa yang ada di tangannya. "Wah! Es krim kesukaan kita! Aku mauu~" serunya penuh semangat, seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan hadiah. IG/aqieff_bhlwn Tiktok/elsyaqief
Brothers de eMikoe
12 partes Concluida
"Kay! Pikirin lagi deh ide gila lo ini! Masa gue sama Ray harus pake seragam begituan. Lo sih enak masih pakai seragam Ray. Gue dan Ray gimana?" Aku dan kedua saudara kembarku sedang berdiskusi di kamarku. Ini pernah dilakukan seminggu yang lalu saat Kay mengatakan ide gilanya kepadaku dan Ray. "Gak bisa Fay! Kan udah kesepakatan." Kay itu keras kepala. Mungkin karena merasa lahir lebih dulu, jadi dia selalu ingin menang sendiri. "Tapi kan lo bisa tukeran sama Ray tanpa harus melibatkan gue Kay!" aku protes sedangkan Ray diam saja. Dia benar-benar lamban. Sampai-sampai perempuan yang mendekatinya saja dia tidak menyadarinya. Itu karena kelambanan otak berpikirnya. "Gak bisa Fay sayoong! Ray itu gak bisa basket. Dia itu atlet renang. Jadi selama dia sekolah di tempat gue nanti, dia bakalan kalah terus kalau tanding sama yang lain. Bisa-bisa reputasi gue hancur gara-gara permainan basketnya yang parah." Aku tahu Ray memang tidak suka berlari, karena itu dia tidak suka bermain basket denganku dan Kay. Kalau kita bertiga sedang bermain bersama, Ray lebih memilih menonton aku dan Kay yang sibuk mencuri bola drible. "Lagipula kesepakatan terakhir itu mutlak setelah kita mengundinya. Jadi ini gak bisa diganggu gugat lagi. Besok kita mulai penyamaran. Gue jadi Ray, lo Fay jadi gue, dan Ray jadi lo Fay." Kay sudah memulai sikap otoriternya. Kalau sudah begini, aku dan Ray hanya bisa pasrah. Semoga Ayah dan Bunda tidak menyadarinya. Ayah mungkin tidak akan menyadarinya tapi Bunda sepertinya harus diwaspadai.
"diam-diam jatuh cinta" de NavilahSyakirah7
49 partes Continúa
"Diam-diam jatuh cinta" Semuanya bermula saat Velle pindah ke sekolah baru di kelas 8. Ia tak menyangka, pertemuan pertamanya dengan Kael-siswa populer yang dingin tapi misterius-akan membuat hatinya berdebar tak karuan. Tanpa sadar, mereka mulai terlibat dalam cerita yang penuh tawa, rahasia, dan perasaan yang tumbuh pelan-pelan. Diam-diam, keduanya saling jatuh cinta. PU: ●Kael Dirgantara(el,kael) Pendiam tapi perhatian,Suka menyendiri, tapi punya pemikiran yang dalam,Jago basket, banyak yang suka tapi dia cuek,Kadang dingin, tapi sebenarnya penyayang Sulit mengekspresikan perasaan, tapi diam-diam suka memperhatikan Velle,Sering terlihat datar, tapi hatinya lembut ■Farel Dirgantara (kakak Kael): Cool dan tenang, tapi peduli banget sama Kael Kadang kaku, tapi punya selera humor yang unik Jago olahraga, terutama futsal Sering jadi tempat curhat Kael walau sok cuek Tipe kakak yang kalau ngomong pendek tapi ngena ●Navelle Diyana Algentara (Velle) Ceria, ramah, gampang dekat sama siapa aja Suka ngobrol dan suka ngebanyol, tapi ada sisi sensitif juga Pintar tapi nggak suka pamer,Mudah peduli dan suka nolongin orang Suka diem-diem ngelirik Kael tapi nggak berani ngomong Kadang overthinking, tapi punya semangat ■Lira Azalia Algentara (kakak Velle): Penyayang & protektif, terutama ke Velle Cerdas dan perfeksionis, suka rapi Suka ngasih nasihat tapi sering godain Velle juga Elegan dan dewasa, tapi punya sisi iseng Populer di sekolah waktu dulu, jadi panutan Cinta masa SMP... sederhana tapi membekas. Siap-siap baper, ya!
Hope is a dream that is doesn't sleep de DionDendelion
13 partes Concluida
Forth melepaskan pelukannya dan tertawa, menjauh dari beam dan duduk di tepi tempat tidur. "Maaf beam sudah ku katakan jangan pakai hati kepada ku. Kita tidak seharusnya seperti ini." " Maafkan aku P" "Kau menyukai komik yang aku belikan p?" "Tentu saja, Aku rasa bisa menyelesaikan membaca dalam 3 hari " jawab Forth yang muali serius membaca di atas tempat tidurnya. Beam menghela nafas dan ikut mengambil satu komik dari meja Untuk di bacanya. Forth menggeser sedikit tubuhnya memberi tempat untuk Beam. "Apa kau sudah mandi P..?" "Tentu saja sudah, saat kau berjalan kemari" jawab Forth tanpa menoleh ke arah beam yang bahkan tidak bisa berkonsentrasi dengan komik yg di bacanya. "Apa kau sudah mandi, beam?" "Aku dari kantor langsung kesini 😉" jawab beam santai "Jadi kau belum mandi 😨 sana pergi mandi !" Forth memukulkan bantal di sampingnya kepada beam. Dan beam merasa harus membalasnya. "Kurang ajar sekali kau." Ucap beam balas pukulan bantal dari Forth hingga perang bantal yang seharusnya tidak terjadi pun terjadi. "Aku tidak mau mandi 😤" Jawab beam kekeh. "Baiklah aku juga tidak akan menyentuhmu😛." "Siapa bilang kau boleh menyentuhku..?😗" Beam melotot tajam pada Forth, tapi bukannya takut Forth malah gemas dan langsung meraih leher beam berakting mencekiknya. Cerita ini dapat ambil dari judul cerita yang sama yang di buat sama kak Reni fajarwati.... & mungkin ceritanya ngga sama persis sama aslinya nyesuaiin latar nya😂😂
HEY!! MR. COOL?! [END] de Likijoos
51 partes Concluida
"Ck, itu muka lama lama gue cakar juga nih?!" "Astaghfirullah" "YA ELU BAYANGIN AJA BANG?! KITA BERJAM JAM KEJEBAK MACET?!?!" "Emm, emangnya gue ada salah sama dia? Ko dia ngeliat gue gitu banget sih" "Hahaha, sekarang gue tau. Alasan apa supaya gue bisa matiin ini perasaan" 🌟🌟🌟🌟🌟🌟 🌟🌟🌟🌟🌟🌟 "Nih bocah kenapa?" "Ya elah, kagetan amet jadi orang" "Segitu bahagianya, padahal baru ngeliat gedungnya" "Gak..Tau.." "Kenapa baru kali ini gue ngerasa nyesel ya.." 🌹🌹🌹🌹🌹🌹 🌹🌹🌹🌹🌹🌹 Tentang seorang senior yg terkenal dingin dan seorang junior yg memiliki sifat kelewatan random. Sebenarnya, ia hanya dingin terhadap orang luar. Nyata ia cukup heboh juga. Berawal dari sang senior yg membantu tugas yg tidak di mengerti juniornya. Sampai suatu hari mereka berdua menghabiskan waktu bersama. Seiring waktu yg mereka habiskan bersama. Mereka berdua tidak menyadari perasaan yg perlahan tumbuh di hati ke duanya. Saat perasaan itu mulai tumbuh, ada seseorang yg meminta bantuan sang senior untuk mendekatkan dirinya ke junior kesayangannya. Dari berawal ia menolak, sampai suatu tawaran yg begitu menggiurkan untuknya. Mampu kah senior ini membunuh perasaannya atau malah sebaliknya? Lalu, bagaimana sang junior? Mampu kah ia membongkar perubahan sifat sang seniornya. Yg sebelumnya cukup hangat ke dirinya, dan sekarang seniornya itu menjadi dingin ke dirinya. ❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣ 🌟TAMAT🌟 Seperti yg sudah sudah me peringatkan. Didalam sana ada tingkah atau tindakan atau perkataan yg tidak patut di contoh. Mereka hadir untuk mendukung suasana didalam cerita ini. Jadi, jangan di contoh ya. sssooo.. SEKIAN DAN TERIMA VOTE & COMMENT♡(> ਊ <)♡ Salam hangat dari hungel🍁🍁
𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ] de Sweet_Erida
39 partes Continúa
{•TRANSMIGRATION SERIES #01•} ☾ Judul dan Cover telah diganti ☽ ▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫ Mati karena ditabrak truk? biasa! Tapi pernah nggak sih ngeliat orang mati karena kebodohan sendiri? seperti jatuh dari atap tetangga karena gabut misalnya. Belum kan?! Nah ini cerita yang pas buat menguji kesabaran kalian, cerita yang dimana hanya diisi oleh kerandoman dan keabsurdan seorang Shakaela yang mati karena terjatuh dari atap tetangga satu kompleknya. Apalagi Shakaela harus ikhlas menerima kalau dirinya bertransmigrasi menjadi seorang figuran yang akan mati ditangan tunangannya sendiri yang seorang antagonis. Penasaran nggak? penasaran lah, masa nggak! ▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫ ✖PERHATIAN✖ ✔ Memakai bahasa baku dan non-baku. ✔ Setiap Chapter/Paragraf pasti akan ada yang namakan typo (salah ketik) jadi mohon dimaklumi/dikoreksi bila perlu. ✔ Cerita ini bukan berdasarkan kisah nyata tetapi hanya diambil dari imajinasi serta halusinasi penulis. ✔ Apapun adegan negatif dalam cerita ini mohon untuk tidak ditiru, sebaliknya bila ada hal positif dalam cerita ini bisa kalian jadikan contoh untuk dikehidupan nyata. ✔ Jangan lupa tinggalkan jejak manis kalian sesaat setelah membaca cerita ini, jangan jadi silent readers! [ KARYA PERTAMA YANG KU BUAT, MOHON MAAF BILA ADA KESALAHAN DALAM KEPENULISAN. ] ▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫ ✖ UNTUK PARA PLAGIAT TOLONG JANGAN MENG-COPY-PASTE KARYA YANG SAYA BUAT, KARENA SAYA MEMBUAT KARYA INI DENGAN USAHA WALAUPUN KARYA SAYA TIDAK SEBERAPA TAPI MIKIRLAH PREN! ✖ ✾ Published : 28 September 2022 ✾ Finished : -
Queen And Her Devil Boy {Completed) de Yui_Sya
32 partes Concluida
Cleo, si 'Ratu' kejam, tidak ada yang mampu menaklukannya. Baginya semua pria kecuali yang berguna baginya adalah kuman yang mengotori jalannya. Bahkan ayahnya pun, ia buat kalah dan menangis pada permainan yang ayahnya atur sendiri. Gadis bar bar yang tidak percaya cinta sampai Zealan, si bocah iblis masuk ke dalam hidupnya lagi dan menariknya dalam perjalanan roller coaster yang melelahkan, namun selalu membuat Cleo penasaran dan tidak bisa menolak. Cleo yang akhirnya mulai tergerak harus menelan pill pahit saat menemukan fakta kenapa zealan mengejarnya. ~🖤~ Kamu... sedikit manipulatif." Cleo memilih kalimatnya dengan hati-hati. Bukannya mengelak atau tersinggung, Zealan malah tersenyum. "Kenapa kakak bisa punya pikiran kaya gitu?" "Karena kamu buat aku berpikir kalau kamu.... Menyukaiku. Cleo hanya bisa menyelesaikan kalimatnya di dalam hati. "Aku apa?" Tanya Zealan dengan nada tenang namun matanya tidak bisa menutupi antusias yang ia rasakan. "Kamu bocah iblis!" Kata Cleo dengan geram. Raut wajah Zealan meredup dengan jawaban asal Cleo. Jelas dia menginginkan jawaban lain dari Cleo. "Bagaimana jika, apa yang kamu pikir itu benar? Apa yang kamu pikirkan tentang aku ke kamu itu benar?" Bisik Zealan di telinga Cleo. "Apa yang akan kamu lakukan, Cleopatra?" ~🖤~ "Kau membuktikan sesuatu padaku. Bahkan ada orang yang bisa lebih brengsek darinya." Suara Cleo bergetar. "Aku membencimu!" Kata Cleo sambil menggretakkan gigi saking geramnya. Satu tetes air mata Cleo mengalir dipipinya. "Lebih dari aku membencinya! Jangan pernah muncul dihadapanku lagi!"
It's Always Been You✔️  de WinterAurora00
44 partes Concluida
Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Not Me & Not Mine cover
Brothers cover
"diam-diam jatuh cinta" cover
Hope is a dream that is doesn't sleep cover
ARGA [REVISI] cover
HEY!! MR. COOL?! [END] cover
𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ] cover
Queen And Her Devil Boy {Completed) cover
It's Always Been You✔️  cover
Sweet Chaos (END) Terbit ✓ cover

Not Me & Not Mine

22 partes Continúa Contenido adulto

Tak ada kesalahan tanpa adanya sebuah perbuatan, begitu pula dengan kisah Zara dan Rafif-dua hati yang, entah bagaimana caranya, selalu kembali bertaut meski diwarnai begitu banyak perbedaan. Zara, seorang perempuan yang selalu berusaha memahami, menerima Rafif apa adanya, termasuk sifat kekanak-kanakannya yang sering kali membuatnya menghela napas panjang. Setiap kali dia menunjukkan sisi inner child-nya di saat-saat yang tak terduga, Zara tak bisa menahan diri untuk menyipitkan mata, menatapnya dengan ekspresi antara geli dan tidak percaya. "Kamu selalu bilang bisa menerima aku apa adanya, tapi tiap aku bersikap begini, ekspresimu langsung berubah," Rafif bersedekap, bibirnya mengerucut seakan protes. Zara mendesah pelan, menyilangkan tangan di dada. "Bagaimana tidak? Kadang kamu bisa bertingkah seperti anak kecil, bahkan di tempat umum," ucapnya, setengah gemas setengah tak habis pikir. Cinta mereka bukanlah kisah yang selalu berjalan mulus. Ia tumbuh dengan caranya sendiri-kadang seperti bunga liar yang mekar tanpa aturan, kadang seperti lukisan abstrak yang penuh warna namun sulit untuk didefinisikan. "Ambil sepatumu dan pakai, Rafif. Di tempat seperti ini pun kamu tetap saja menyusahkan," ujar Zara, matanya melirik ke arah kaki Rafif yang masih telanjang di lantai dingin. Rafif terkekeh kecil, tidak tergesa-gesa mengambil sepatunya. "Aku cuma menunggu kamu dulu sebelum pakai sepatu," katanya ringan. Zara menghela napas lagi. "Aku pergi sebentar beli makanan, bukan pergi selamanya," ia menyodorkan sesuatu pada Rafif. Sekejap mata Rafif berbinar begitu melihat apa yang ada di tangannya. "Wah! Es krim kesukaan kita! Aku mauu~" serunya penuh semangat, seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan hadiah. IG/aqieff_bhlwn Tiktok/elsyaqief