Mati Tanpa Rasa (Short Story)

Mati Tanpa Rasa (Short Story)

  • WpView
    GELESEN 697
  • WpVote
    Stimmen 45
  • WpPart
    Teile 11
WpMetadataReadAbgeschlossene Geschichte Do., Apr. 10, 2025
WpInfo
Belletristik
Romantik
"Mati Tanpa Rasa" adalah tentang Sendy, seorang remaja yang mengalami perundungan hebat selama masa SMP sejak tahun 2015. Fitnah dari seorang teman sekelas membuatnya dikucilkan, dihina, dan kehilangan harga diri. Ketika berpindah kelas, perundungan berubah menjadi kekerasan fisik dan eksploitasi oleh tiga siswi lainnya. Puncaknya terjadi menjelang kelulusan tahun 2019, ketika tekanan yang terus menumpuk mendorong Sendy mencoba mengakhiri hidupnya. Meskipun selamat, luka batin yang tertinggal membawanya ke proses panjang pemulihan. Cerita yang menggambarkan potret keheningan seorang korban bullying-jerit tanpa suara dari seorang anak yang ingin didengar.
Alle Rechte vorbehalten
#26
bullyingawareness
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • story Of Asyara
  • Diary Duri [END]
  • Rekal Rara [END]
  • Ain't Together [Sedang Direvisi]
  • Juan [REVISI]
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • "Luka Dalam Senyuman: Kisah Nara"
  • Silent Love✓

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien