Nous avons mis à jour nos Directives du Contenu.
Consulte les dernières directives pour continuer à partager des histoires en toute sécurité.
En savoir plus 
Mati Tanpa Rasa (Short Story)

Mati Tanpa Rasa (Short Story)

  • WpView
    LECTURES 696
  • WpVote
    Votes 45
  • WpPart
    Chapitres 11
WpMetadataReadTerminé jeu., avr. 10, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Mati Tanpa Rasa" adalah tentang Sendy, seorang remaja yang mengalami perundungan hebat selama masa SMP sejak tahun 2015. Fitnah dari seorang teman sekelas membuatnya dikucilkan, dihina, dan kehilangan harga diri. Ketika berpindah kelas, perundungan berubah menjadi kekerasan fisik dan eksploitasi oleh tiga siswi lainnya. Puncaknya terjadi menjelang kelulusan tahun 2019, ketika tekanan yang terus menumpuk mendorong Sendy mencoba mengakhiri hidupnya. Meskipun selamat, luka batin yang tertinggal membawanya ke proses panjang pemulihan. Cerita yang menggambarkan potret keheningan seorang korban bullying-jerit tanpa suara dari seorang anak yang ingin didengar.
Tous Droits Réservés
#310
betrayal
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • Antara Dilan dan Matthew [ON GOING]
  • "Luka Dalam Senyuman: Kisah Nara"
  • story Of Asyara
  • Ain't Together [Sedang Direvisi]
  • AT SCHOOL I AM A LOSER | END
  • Tanpa Dirimu [TERBIT] ✔
  • Rekal Rara [END]
  • Harapan dan semestanya
  • Airka: My Queen Bullying

Cerita ini mengisahkan seorang siswa yang hidupnya penuh penderitaan, baik di sekolah maupun di rumah. Ia adalah seorang anak yang lugu, mudah sakit, dan terperangkap dalam masa hidup yang kelam. Di sekolah, ia selalu menjadi sasaran bullying. Teman-temannya menjauhinya, bahkan tak ada satu pun yang mau berteman dengannya. Setiap hari, ia merasa kesepian dan tak berdaya, terjebak dalam dunia yang penuh rasa sakit dan penghinaan. Di rumah, kondisi yang lebih buruk lagi menunggunya. Kedua orang tuanya tidak menunjukkan kasih sayang sama sekali. Alih-alih memberikan dukungan, mereka justru menyiksanya, baik secara fisik maupun emosional. Setiap kali ia mendapatkan nilai yang buruk, atau bahkan tidak mendapatkan nilai seratus, ia akan dihukum dengan tidak diberi makan dan terus disiksa. Kata-kata yang terlontar dari orang tuanya begitu menyakitkan, membuatnya merasa seperti anak yang tidak berguna dan tak pantas untuk dihargai. Kondisi ini membuatnya terpuruk dalam keputusasaan. Ia merasa hidupnya tidak berarti dan mulai berpikir untuk menyerah. Setiap kali dibuli atau disiksa, ia hanya pasrah dan tidak berdaya, seakan-akan dunia ini terlalu berat untuk ia hadapi. Ia tak pernah merasakan kehangatan keluarga yang seharusnya menjadi tempat pelindungnya. Ia selalu iri melihat kebahagiaan orang lain, namun dirinya tak pernah merasakannya. Di luar, wajahnya selalu datar, tak pernah ada senyum yang menghiasi wajahnya. Luka-luka fisik dan emosional yang ia alami menjadi beban berat yang membentuk dirinya menjadi sosok yang tertutup dan terpuruk. Ia hanya bisa bersembunyi di balik kesedihan, tak tahu harus bagaimana lagi untuk bertahan. Bagaimana kisahnya akan berlanjut? Akankah ada secercah harapan yang datang untuk mengubah hidupnya? Mari kita saksikan perjalanan hidupnya yang penuh dengan perjuangan dan air mata... cerita ini murni dari pikiran yana sendiri dan jangan plagiat!!

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu