Legenda Queensha dari Arvalis.
Di jantung kerajaan agung Arvalis, berdiri sosok pemimpin berhati cahaya-Ratu Queensha Elavienne. Diberkahi kekuatan spiritual warisan leluhur, ia bukan hanya pelindung rakyatnya, tapi juga penjaga keseimbangan antara dunia manusia dan dunia roh.
Demi menyempurnakan kultivasi agungnya untuk melindungi kerajaan, Ratu Queensha menikah dengan seorang pria dari Klan Naga, makhluk langit dengan energi spiritual murni. Dari penyatuan kekuatan mereka, lahirlah empat anak luar biasa: tiga putri dan satu putra mahkota, semua terlahir dari energi kultivasi, bukan dari darah manusia biasa.
Namun kehancuran datang dari dalam. Sang Kaisar dari Klan Naga mengkhianati kepercayaan kerajaan-membawa lari kitab rahasia dan harta spiritual kerajaan, lalu menghilang ke dimensi lain. Arvalis pun berada di ambang kehancuran.
Ketika seorang Raja dari negeri makmur mengirim lamaran megah untuk Ratu-dengan peti harta, ramuan langka, dan janji penyelamatan bagi Arvalis. Demi rakyat dan masa depan kerajaan, Ratu Queensha menerima lamaran itu, walau hatinya sendiri teriris. Namun di hari pernikahan, seluruh istana diguncang oleh sebuah kebenaran: Raja itu adalah bangsawan muda masa lalu, kekasih sang putri ketiga-yang kini kembali dengan gelar baru, menyebut dirinya Kingsha.
Berdiri di hadapan rakyat dan altar istana Kingsha berkata:
Jika Arvalis memiliki Queensha sang cahaya, maka biarkan aku menjadi Kingsha-penjaga takhtanya, pembawa keadilan, dan penawar luka."
Kini, di antara kehormatan, takdir, dan luka yang belum sembuh, Ratu Queensha harus menghadapi kenyataan bahwa menyelamatkan kerajaan berarti juga menyakiti hati putrinya sendiri. Dalam pergolakan ini, cinta, kekuasaan, dan pengampunan berpadu menjadi legenda yang akan mengguncang takdir Arvalis.
Putri Fiora, pewaris tahta Kerajaan Ardenthia, tumbuh dalam kungkungan istana dan bayang-bayang tanggung jawab sebagai keturunan garis kerajaan. Namun di balik kelembutannya, ia menyimpan hasrat untuk bebas memilih jalan hidupnya sendiri. Pada malam ulang tahunnya yang ke-24, Fiora memutuskan melarikan diri dari istana bersama Varen, ksatria setia yang telah diam-diam menjadi sandaran hatinya.
Pelarian mereka bukan sekadar pemberontakan, melainkan awal dari petualangan yang membawa mereka jauh ke lembah terlarang, tempat legenda naga kuno tersembunyi. Ketika makhluk mitologis itu bangkit dan menatap Fiora tanpa menyerang, mereka sadar bahwa darah kerajaan Fiora membawa warisan yang lebih besar dari yang pernah ia bayangkan.
Bersama Varen, Fiora harus mengungkap misteri ikatan leluhur mereka dengan sang naga, menjelajahi wilayah-wilayah asing, menghadapi kejaran kerajaan, serta menelusuri asal-usul kekuatan kuno yang mulai bangkit. Dunia sedang berubah.