Legenda Queensha dari Arvalis.
Di jantung kerajaan agung Arvalis, berdiri sosok pemimpin berhati cahaya-Ratu Queensha Elavienne. Diberkahi kekuatan spiritual warisan leluhur, ia bukan hanya pelindung rakyatnya, tapi juga penjaga keseimbangan antara dunia manusia dan dunia roh.
Demi menyempurnakan kultivasi agungnya untuk melindungi kerajaan, Ratu Queensha menikah dengan seorang pria dari Klan Naga, makhluk langit dengan energi spiritual murni. Dari penyatuan kekuatan mereka, lahirlah empat anak luar biasa: tiga putri dan satu putra mahkota, semua terlahir dari energi kultivasi, bukan dari darah manusia biasa.
Namun kehancuran datang dari dalam. Sang Kaisar dari Klan Naga mengkhianati kepercayaan kerajaan-membawa lari kitab rahasia dan harta spiritual kerajaan, lalu menghilang ke dimensi lain. Arvalis pun berada di ambang kehancuran.
Ketika seorang Raja dari negeri makmur mengirim lamaran megah untuk Ratu-dengan peti harta, ramuan langka, dan janji penyelamatan bagi Arvalis. Demi rakyat dan masa depan kerajaan, Ratu Queensha menerima lamaran itu, walau hatinya sendiri teriris. Namun di hari pernikahan, seluruh istana diguncang oleh sebuah kebenaran: Raja itu adalah bangsawan muda masa lalu, kekasih sang putri ketiga-yang kini kembali dengan gelar baru, menyebut dirinya Kingsha.
Berdiri di hadapan rakyat dan altar istana Kingsha berkata:
Jika Arvalis memiliki Queensha sang cahaya, maka biarkan aku menjadi Kingsha-penjaga takhtanya, pembawa keadilan, dan penawar luka."
Kini, di antara kehormatan, takdir, dan luka yang belum sembuh, Ratu Queensha harus menghadapi kenyataan bahwa menyelamatkan kerajaan berarti juga menyakiti hati putrinya sendiri. Dalam pergolakan ini, cinta, kekuasaan, dan pengampunan berpadu menjadi legenda yang akan mengguncang takdir Arvalis.
All Rights Reserved