Story cover for 3S : SUKA SAMPAI SAH (On Going) by FitriSriMulyati7
3S : SUKA SAMPAI SAH (On Going)
  • WpView
    Reads 52
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 7
  • WpView
    Reads 52
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 7
Ongoing, First published Apr 10
Aku masih ingat hari itu-saat pertama kali aku melihatnya. Dia berjalan melewatiku dengan tawa yang memecah sunyi, seperti sinar matahari menembus kabut pagi. Aku, seorang gadis yang hanya berani mencuri pandang dari balik keramaian, tak pernah berpikir akan punya keberanian untuk bicara, apalagi bermimpi lebih jauh.  

Dia adalah mimpi yang terlalu indah untuk kugapai, sementara aku hanyalah penonton dari kejauhan. Tapi takdir memiliki caranya sendiri.  

Bertahun-tahun kemudian, di tengah hidup yang terus berjalan tanpa henti, aku berdiri di depan cermin mengenakan gaun putih sederhana. Hatiku berdebar saat pintu kamar terbuka, dan dia masuk dengan senyuman yang selalu berhasil membuatku lupa bernapas.  

"Siap, fit?" tanyanya ringan, seolah semua ini adalah hal yang biasa. Tapi tidak bagiku. Tidak ketika pria yang dulu hanya bisa kutatap dari jauh kini berdiri di sampingku, menggenggam tanganku, dan bersiap mengucapkan janji seumur hidup.  

Tak pernah terbayang, bahwa dia, yang dulu hanya sebuah mimpi, kini menjadi kenyataan dalam hidupku.
All Rights Reserved
Sign up to add 3S : SUKA SAMPAI SAH (On Going) to your library and receive updates
or
#10rijal
Content Guidelines
You may also like
LDR (Logika Dalam Rasa)  by akabahayato
12 parts Complete
(19+) Ini bukan tentang kisah cinta jarak jauh, melainkan tentang logika dalam mencintai. *** Shanaya Kaifa adalah pelajar muda yang sangat giat juga tekun dalam belajar. Tergila-gila pada novel dan mengidolakan seorang penulis terkenal. Sekilas, hidupnya terlihat indah serta normal, akan tetapi, banyak luka dan penderitaan yang dia tangung seorang diri. Hingga takdir menyeretnya untuk bertemu dengan sang idola, awalnya ia sangat senang, sebelum berubah sedih karena semua hal tak seindah yang dibayangkan. Dia pergi, mengubur semua mimpinya serta kembali pada kenyataan. Memilih giat belajar dan bekerja keras guna mewujudkan tujuannya sendiri. Melupakan hal yang sedari awal menjadi cita-citanya. # Mobil yang dikendarai Axel melaju kencang di jalan raya. Tidak peduli hujan deras dan jalanan licin tetap terus menambah kecepatan, bahkan beberapa kali menerobos lampu merah demi segera tiba di tempat tujuan. Hingga pada perempatan lampu merah muncul sebuah truk berkecepatan tinggi. Axel kaget, menekan pedal rem sekuat tenaga agar terhindar dari kecelakaan. Mengakibatkan mobilnya tergelincir serta berguling di aspal sebelum terbalik. Sedangkan kondisinya terluka parah dengan sekujur badan berlumuran darah. Bruuk ... druaak ... duaar Kepala Axel terasa sangat sakit, pandangan matanya kabur dengan kondisi badan tak dapat bergerak. Ia mencoba berteriak meminta pertolongan, tetapi suaranya tertahan di tenggorokan. Hanya mampu merintih pelan, berharap masih memiliki kesempatan untuk berjumpa dan meminta maaf pada kekasihnya. "Shanaya ... maafkan aku." Sesudah itu semuanya menjadi gelap. Axel kehilangan kesadaran dan mengalami pendarahan hebat pada beberapa anggota badan.
Felicity [On Going] by ayudiantta
12 parts Complete
BRAKK... "Aww..". Ringisnya. Naya yang belum sepenuhnya sadar berada di atas tubuh orang itu, hanya bisa meringis menahan sakit di dahinya karena terbentur dengan hidung orang yang di tindihnya itu. "Aduh, sakit banget dahi gue, lecet nih kayaknya". Adunya sembari mengusap keningnya yang memerah. "Tapi, kok gue jatuhnya nggak sakit ya". Setelah merasa jika dirinya menabrak seseorang tadi, refleks Naya membuka matanya dan pandangannya langsung bertubrukan dengan mata orang di bawanya, yang 'sialnya malah menatapnya nya dengan tatapan intens dan bibir yang menyunggingkan senyum tipis. Buru buru Naya bangkit dari atas tubuhnya, dan membatu sosok itu berdiri dari jatuhnya. "So-sorry El, g-gue nggak sengaja". Naya meruntuki dirinya yang ceroboh sampai sampai menabrak orang begini. _____________________ "Hm, liat gue". Ujar El dengan tatapan masih tertuju pada Naya. "Ha?". Naya mendongak menatap El, wajah tampannya seakan menghipnotis Naya saat ini. "Lo, cewek waktu itu kan?". Tunjuknya ke arah Naya dengan senyum yang masih tercetak di wajahnya. "I-iya". Ah mengapa Naya merasa dirinya gugup sekarang. El maju mendekatinya yang mengakibatkan Naya refleks memundurkan langkahnya. Mata El seakan menghipnotis Naya, sehingga Naya tidak dapat mengalihkan tatapannya dari mata tajam milik El. "Lo, ng-ngapain". Panik Naya saat tubuhnya terbentur dinding, dan tangan kekar El mengunci tubuhnya. "What it's your name', girl"?. Tanyanya dengan suara serak , yang sialnya' malah membuat jantung Naya kejang kejang. ______________________ _Cerita ini hanya fiktif belaka, jika ada kesamaan nama tokoh, tempat, dan kejadian. Itu semua hanya kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan_ 💯 karangan sendiri!! _____________________ all picture inside © Pinterest
Kuas,Cat dan Cinta by riskairmayadi
11 parts Complete
Aku bertemu degannya lagi. Ini sudah lama sekali, cukup lama untuk membuatku canggung untuk menyapanya. Sepuluh tahun yang lalu, aku gadis berkucir dua, dia anak yang berkaca mata. Sepuluh tahun yang lalu, aku adalah orang yang tidak memperhatikan wajahnya dengan teliti dan sekarang aku menyadari bahwa dia adalah pemuda yang tampan dengan mata yang menarik di balik kaca matanya itu. "Hallo !!" sapaku padanya. Dia menatapku dengan kening berkerut. Aku menjadi lebih canggung lagi karena dia tidak mengenaliku. Aku bukan gadis menarik, aku juga bukan gadis yang pandai mengawali pembicaraan ataupun mengakhirinya. Kalaupun dia mengenali aku, mungkin dia akan pura-pura lupa. "Hallo !" balasnya kemudian dengan senyum yang canggung. "Apa kau masih mengingatku ?" tanyaku dengan tatapan menyelidik ke arahnya. Hujan sore ini menahan dia, aku dan beberapa orang lainnya di depan toko yang tidak kutemukan papan namanya. Aku pindah dari kota ini ke luar negeri sepuluh tahun yang lalu tapi sekarang aku kembali dan temanku tidak mengenaliku lagi. "Kau siapa ?" dia balik bertanya dengan nada yang canggung ke arahku. Sudah kuduga, dia lupa tentangku. Aku menatap sekeliling, aku pasti akan terlihat sangat lucu sekarang. "Aku bukan siapa-siapa, lupakan saja" jawabku dengan santai lalu kuakhiri dengan senyum kecil. Aku lebih suka cara ini, aku tidak akan memaksakan seorang yang tidak lagi mengingatku untuk mengenalimu. Aku lebih butuh seseorang yang akan mengatakan hallo bersamaan denganku karena itu berarti kami saling mengingat. Aku menatap ke langit lagi, hujannya masih belum berhenti tapi aku menjadi orang yang pertama meninggalkan tempat ini.
You may also like
Slide 1 of 9
Gue (Nggak) Jelek! [Completed] cover
Here I'm Waiting For [You]~(END) cover
Saturnus cover
LDR (Logika Dalam Rasa)  cover
SUARA BIA (TAMAT) cover
Felicity [On Going] cover
Kuas,Cat dan Cinta cover
Different Page [Complete] cover
Is LOVE cover

Gue (Nggak) Jelek! [Completed]

25 parts Complete Mature

Gue bukan cewek yang bikin orang kagum dengan sekali lihat. Kulit berjerawat, wajah berminyak, komedo setia nongkrong di hidung, ditambah postur pendek, gendut, dan hidung pas-pasan. Kombinasi sempurna buat jadi bahan ledekan, kan? Tapi tunggu dulu... hidup gue nggak semenyedihkan itu. Gue punya pengagum rahasia yang tiba-tiba muncul dengan kode-kode misterius, dan Abang gue? Dia protektif level dewa, kayak agen rahasia yang selalu siap pasang badan kalau ada yang berani macam-macam sama gue. Kedengarannya kayak cerita biasa? Salah besar. Karena sejak semua ini dimulai, hidup gue jadi penuh kejutan-dan nggak semua kejutan itu menyenangkan. Satu hal yang pasti... gue nggak lagi merasa seperti cewek biasa. Dan gue yakin, kalian juga bakal ngerasain hal yang sama setelah tahu kisah gue.