Atas Nama Trauma

Atas Nama Trauma

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 10, 2025
Dalam gelapnya malam, Kota Panca diteror pembunuhan berantai. Satu demi satu tubuh ditemukan. Tertata rapi. Disiksa perlahan. Ditinggalkan bersama jejak berdarah dan kode angka yang seolah menghitung mundur. Sementara itu, tim satuan tugas dibentuk, Detektif Pram dan timnya berusaha mengungkap kebenaran di balik rangkaian kematian ini. Namun semakin mereka menggali, semakin dalam pula mereka terjerat. Semua korban ternyata punya satu kesamaan: masa lalu yang kelam... dan seseorang yang ingin mereka bayar lunas. Seberapa jauh kau akan menempuh keadilan... saat hukum tak berpihak padamu?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kardus Kematian (Detektif Pramudya & Sakti)
  • HILANG BAYANGAN
  • SECOND Psychopath (Completed)
  • The Hidden Truth.  || Gen 12
  • Voyeurism: Riwayat Sang Pengintip [COMPLETED!]
  • Dormant [BL]
  • Dark Angel [END]
  • Wings and Cloven Hooves (FayeYoko) (GXG) (END)

Mandeville Kota kembali di kejutkan dengan peristiwa yang terjadi di depan pusat perbelanjaan Mandeville kota pada pukul 07.00 pagi hari. Keadaan semakin kacau tatkala orang-orang panik ketika sepasang kekasih menemukan kardus mencurigakan tanpa pemilik tergeletak di taman kecil depan pusat perbelanjaan mengira bahwa isi kardus itu adalah bom. Kepanikan itu membuat para staff supermarket langsung meng-evakuasi orang-orang yang ada di sana untuk menjauh serta memanggil polisi dan tim penjinak bom. Tak membutuhkan waktu lama untuk polisi serta tim penjinak bom untuk datang, namun setelah pemeriksaan dilakukan para tim penjinak bom terheran-heran ketika membuka kardus itu yang mereka temukan bukanlah bom atau bahan peledak melainkan 3 bungkus plastik hitam yang di dalamnya ketika disentuh memiliki teksturnya sendiri-sendiri ketika di tekan dari luar, mulai dari keras hingga lembek klenyer-klenyer. Satu lagi yang membuat tim penjinak bom merasa aneh karena bau anyir yang sangat menyengat keluar ketika kardus itu dibuka. "Apakah yang di sini ada yang berprofesi sebagai dokter?" Teriak ketua penjinak bom pada segerombolan orang di belakang police line termasuk para reporter yang mulai berdatangan. "Saya, Pak! Saya dokter ortopedi di rumah sakit Atmaja's Hospital. Ada yang bisa saya bantu?" balas seseorang di balik kerumunan mengangkat tangannya berusaha maju membelah kerumunan mendekati untuk police line. "Ayo ikut saya, ada yang perlu kami periksa dengan kemampuan bapak" balas ketua tim penjinak bom tersebut mengizinkan seorang dokter tersebut masuk kedalam tkp dlmembawanya mendekati kardus tersebut. Tak lupa ia juga membisikan pada salah seorang polisi yang berjaga untuk memanggil forensik dan juga detektif untuk datang ke tempat mereka saat ini. Apa yang telah mereka temukan sekarang? mengapa ada orang yang meninggalkannya? untuk apa? dan yang paling penting apa yang sebenarnya ada di dalam kardus itu atau mungkinkah itu...?

More details
WpActionLinkContent Guidelines