"Gue itu anak yang lahir dari luka, dibesarkan oleh cinta, dan dibakar oleh dendam. Jangan suruh gue buat menerima permintaan maaf."-Helia Seren Dhanurendra
"Di dunia ini, cinta bisa mati. Tapi dendam... dendam hidup selamanya, Ayah."-Helia Seren Dhanurendra
"Gue ngga berharap dihargai, gue cuma mau mereka ngerasain rasa sakit yang sama!"-Helia Seren Dhanurendra
"Li, jalan apapun yang lu pilih, gue akan selalu ada disamping lu, bahkan ketika lu jadi pembunuh sekalipun."-Zidannu Lysander
______________________________________________
Helia tak pernah diinginkan. Dituduh sebagai anak dari perselingkuhan, ia tumbuh dalam bayang-bayang tuduhan dan kekerasan. Hanya Qirania, ibunya, satu-satunya cahaya yang melindunginya dari dunia yang tak adil. Tapi ketika cahaya itu dipadamkan oleh tangan yang sama yang menghancurkan hidupnya dulu, Helia tak lagi mengenal ampun.
Di usia lima belas, Helia bukan gadis biasa. Ia keras, dingin, dan menyimpan bara di balik tatapan matanya. Bergabung dengan geng motor BlackT sejak SMP, ia hidup di antara jalanan dan luka batin yang tak pernah sembuh. Namun kini, ia tak hanya ingin bertahan-ia ingin membakar semuanya.
Saat rahasia masa lalu terungkap, Helia menyalakan apinya. Untuk membalas dendam. Untuk menuntut keadilan. Untuk memperlihatkan pada dunia, bahwa api yang mereka nyalakan dalam dirinya... akan membakar segalanya.
Tapi seberapa jauh seseorang harus terbakar... sampai ia benar-benar hilang?
"Qi, bisa gak jangan kekanak-kanakan?! Kalo gue salah, kasih tau gue! Biar gue perbaiki!"
Are tidak mengerti dengan perubahan sahabatnya akhir-akhir ini. Qira yang terbiasa mengganggunya dengan Lexa, kini menjauh secara tiba-tiba. Perempuan itu bersikap seolah tidak ingin mengenalnya lagi.
"Kita sahabatan bukan satu atau dua tahun!"
Awalnya Are senang, saat Qira secara perlahan menjauhinya dan juga Lexa. Bukan dia tidak senang ketika Qira berdekatan dengannya, hanya saja situasinya telah berubah. Kini Are sudah memiliki kekasih, yaitu Lexa. Dia takut, kedekatannya dengan Qira akan melukai Lexa.
Namun, Are menjadi resah ketika Qira benar-benar memblokir aksesnya untuk menemui perempuan itu. Pesan, atau sapaannya tidak mendapat feedback baik dari Qira.
Qira yang semula membelakangi Are, kini mulai membalikkan tubuhnya. Dia menatap Are tepat di kedua bola matanya.
"Gue takut mati di tangan lo, Are!"
β―β―β―
"π·πππππππ ππππ πππππππ ππππππ ππππππππ. π½ππππ, πππ’πππππ’π πππ πππππ πππππ πππππππ π³ππππ, π’πππ πππππππ ππππππππ πππππ π°πππππ πππ π πππ."
-πͺππππππ πΊπππππ π³ππππ
β―β―β―
α΄α΄Κα΄α΄ Κα΄ΚΚα΄α΄α΄α΄, α΄Ιͺα΄ α΄α΄ α΄α΄Ι΄Ι’α΄ΙͺΙ΄ α΄Κα΄Ι’Ιͺα΄α΄!
#1 friends
#1 Time travel
#1 teen
#1 frendszone
#1 sahabat
#1 sadstory
#1 friendship
#1 broken
#1 brokenheart
#1 rahasia