Langit dari Balik Jendela

Langit dari Balik Jendela

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 10, 2025
Langit dari Balik Jendela Oleh Hindun Nurun'ala Langit itu tetap biru, bahkan ketika hidupmu kelabu. Naira pernah berdiri di titik paling rapuh dalam hidupnya-saat impian kuliah pupus, saat teman-teman melangkah lebih jauh, sementara ia terjebak di ruang cuci sekolahnya sendiri. Tapi dari balik rasa malu, dari tumpukan baju kotor dan dinginnya pagi, ia menemukan hal-hal yang tak diajarkan di ruang kelas: keteguhan, keikhlasan, dan harapan. Ini adalah kisah tentang seorang gadis biasa yang mencoba bertahan dengan cara luar biasa. Tentang bagaimana Tuhan mengubah luka menjadi lentera, tentang pagi-pagi yang sunyi berubah jadi sumber semangat, dan tentang doa-doa yang diam-diam tumbuh menjadi keajaiban. "Langit dari Balik Jendela" adalah pelukan hangat bagi siapa pun yang merasa tertinggal. Sebuah pengingat bahwa kamu tidak berjalan sendirian.
All Rights Reserved
#38
pekerjaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hujan dan Sebuket Dandelion
  • AKU HANYA UNTUK NAURA
  • HANYA AKU DAN KAMU
  • GISTARA (TERBIT)
  • Saat Langit Berwarna Ungu
  • Naura & Lukanya
  • langit tak selalu kelabu
  • 31 Months for You (Revisi)
  • LANGIT DI BALIK JENDELA

Ini tentang keluarga. Juga tentang hujan yang indah. Seperti halnya Naradra Carolina Abastra. Penyuka kaos oversize juga celana training yang sedikit kepanjangan. Gadis biasa-biasa saja dengan rambut panjangnya yang tergerai bebas. Ketika rintik-rintik hujan saling berjatuhan hingga berubah deras. Dia selalu ada untuk melihatnya menyambut bumi. Menciptakan suara melodi yang indah, dibalik awan gelap. Begitu juga dengan bunga dandelion, indah dengan caranya sendiri. Terbang bebas tanpa takut terlihat berbeda. Karena itu Nara suka dengan keduanya. Namun kekakuannya hanya satu, yakni seorang Damantara Gusti Pangestu. Lelaki dengan rambut kecoklatan dan kacamata bulat yang bertengger sempurna menghiasi wajahnya. Bukan laki-laki culun juga berandal. Gusti selalu berhasil menjungkir balikkan hatinya. Dengan mata hitamnya yang memikat. Sayangnya, dia bergerak untuk sebuah rahasia kelam. Namun, jika waktu terus mengikis rahasia yang selama ini mereka tutup. Apakah Tuhan masih memberi kesempatan untuk bersama? Atau justru mereka sendiri yang akan pergi, meninggalkan jejak yang kian dalam? __________________________________________________ Gusti menghela napas. "Mau tau sesuatu?" matanya menatapku begitu serius. "Sesuatu?" Laki-laki itu mengangguk. "Tentang semua ini, yang mungkin buat lo risi?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines