Perkataan adalah Doa

Perkataan adalah Doa

  • WpView
    Reads 8,446
  • WpVote
    Votes 107
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 26, 2025
WpInfo
Fiction
Fantasy
Nathan seorang remaja yg berusia 16 tahun tinggal disebuah kota besar. ia tinggal hanya ber 3 dengan ibu dan kakak perempuannya. ayahnya telah lama meninggalkan sejak ia berusia 10 tahu. Sejak kecil nathan selalu dibully oleh teman" sebayanya, karena ia memiliki tubuh yg sangat kecil dan halus untuk seukuran anak laki". Suatu hari ia merasa sangat muak dengan semuanya, sehingga ia terbawa emosi dan berkata "aku muak selalu dibully kayak cewek, mending aku jadi cewek sekalian aja". waktu itu hujan sangat lebat dan petir terus berbunyi,hingga hal yg tak terduga terjadi. bagaimana kelanjutan nasib? nathan baca kelanjutannya dibawah ini.
All Rights Reserved
#264
cder
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bukan ZONK!
  • NATHAN ALEXANDRA DIRGANTARA
  • ALXERO
  • Perjalanan Kehidupan Kedua (end)
  • KEBOHONGAN
  • RUBY ANDROMEDA (TERBIT)
  • sweet dreams
  • Transmigrasi mafia (ON GOING)

"Jadi gue harap lo bisa akting" Abel mendongak menatap bingung Aidan "Akting? Untuk apa?" Aidan berdecak. "Hamil!" bentak Aidan ketus. Abel terkesiap Akting hamil? Padahalkan dirinya memang benar-benar hamil! Kegilaan macam apa lagi ini! "Gue harap lo bertindak layaknya wanita hamil" Abel mendengus. Memangnya wanita hamil bertindak seperti apa? "Pokoknya sebelum bayi itu lahir, lo harus bertindak layaknya orang hamil. Jangan lupa setiap bulannya lo harus membesarkan ukuran perut, dan buat se 'real' mungkin biar orang-orang percaya" Abel tersenyum miris mendengar setiap ucapan yang Aidan lontarkan. Bagaimana mungkin dirinya harus berakting layaknya orang hamil, sementara dirinya sendiri hamil tanpa diminta? Aidan langsung berbalik pergi, Abel mendengus. Kemudian menundukkan kepala menatap perut datarnya "Sabar ya sayang, jangan merasa 'aneh' mendengarkan percakapan mama tadi. Seengaknya mama nggak harus nutupi perut mama untuk bulan-bulan selanjutnya kan?" jelas Abel, pada calon bayinya. Setidaknya dengan adanya 'titah' Aidan ini. Mau sebesar apapun perut Abel nanti, ia tak perlu risau, karena pasti Aidan akan menganggap 'perut buncit' Abel itu bohongan. (CERITA SUDAH TERSEDIA LENGKAP DI KARYAKARSA!) Start: 27/6/1

More details
WpActionLinkContent Guidelines