Forget Me Not

Forget Me Not

  • WpView
    Reads 234
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 6, 2026
-Di Faemythia, tidak semua yang indah bisa dipercaya. Tapi setiap sudutnya menyimpan cerita yang menunggu untuk dibisikkan... jika kau cukup berani untuk mendengarkannya- Thyla Aderith baru berusia delapan tahun ketika dunia yang ia kenal runtuh dalam sekejap. Hari ulang tahunnya, yang seharusnya dipenuhi tawa dan pelukan hangat, berubah menjadi titik awal dari mimpi buruk panjang yang menelannya hidup-hidup. Dalam satu malam, ia kehilangan kedua orang tua dan adiknya dengan cara yang terlalu kejam untuk diceritakan kembali. Sepuluh tahun telah berlalu sejak tragedi itu, dan sudah sepuluh tahun pula Thyla hidup di Faemythia, sebuah dunia yang dahulu hanya hadir dalam dongeng sebelum tidur yang diceritakan ibunya. Tempat yang indah namun berbahaya, memikat sekaligus menipu. Ia tumbuh besar di tengah makhluk-makhluk asing yang tak sepenuhnya bisa ia percaya, namun sedikit demi sedikit mulai mengungkap benang merah antara dongeng dan kenyataan. Sekarang, ketika gema masa lalu mulai berbisik lebih lantang, Thyla tahu bahwa ia tidak bisa lari lagi. Terlalu banyak hal yang telah disembunyikan darinya. Terlalu banyak rahasia yang menuntut untuk diungkap, meski kebenarannya mungkin akan menghancurkan sisa-sisa hatinya yang masih utuh. Namun dia siap. Atau setidaknya, dia harus siap. Karena jalan di depannya tak menawarkan pilihan untuk kembali.
All Rights Reserved
#126
elf
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • In The Depth Of The Forest
  • Ravenwood's Last Omega
  • Lembayung Terakhir
  • ANDROMEDA (END)
  • The Miracle Of Crystals
  • Eventyrlivet
  • TABITHA
  • What If We?

Dia muncul di antara kabut senja, sosoknya bagai lukisan dengan rambut berwarna emas, berkilauan seperti benang perak yang menari di bawah cahaya rembulan. Kulit pucat lembut hampir transparan, dan matanya menyala samar, seolah mampu menenggelamkan jiwa ke dalam keheningan abadi. Di atas ranjang yang sunyi, tubuh kurus itu terbaring diam dengan napas lirih dan terputus-putus seperti lilin yang nyaris padam. Matanya menatap kosong langit-langit. Gadis pelukis duduk tak jauh darinya, kuas di tangan gemetar, mencoba menangkap cahaya terakhir yang masih bertahan di wajah anak laki-laki itu. Seberkas harapan yang tinggal sejenak sebelum waktu merebut sepenuhnya. "Alister Beckett.." Nama anak yang sedang sekarat menghitung sisa hari sampai malaikat maut datang menjemput. Rasa iba menyelinap ke dalam Gadis Pelukis saat ia menyaksikan derita, digiring perlahan menuju takdir yang kejam dan tragis. Ilustrasi gambar dari pinterest & AI (hanya sebagai ilustrasi saja) Semua ide & penulisan, semua pure dari penulis. Mohon supportnya ya readers☺️🙏 PEMULA.

More details
WpActionLinkContent Guidelines