Rintik Yang Menyalin Ingatan

Rintik Yang Menyalin Ingatan

  • WpView
    Reads 569
  • WpVote
    Votes 203
  • WpPart
    Parts 63
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 17, 2025
Raisa Marianne Lestari: Blauwe Maan "Aku tidak meniup lilin di usiaku yang ke delapan belas. Aku hanya membuka surat terakhir Ibu, dan di dalamnya, aku menemukan duniaku yang lama-dan mungkin, duniaku yang akan datang." "Langit malam ini retak lembut seperti kenangan yang berembun di kaca," tulisku dalam puisi. "Dan aku berdiri di antara rindu dan restu, membacamu dalam diam, sebab suaramu kini adalah gema dari cahaya bulan." Aku adalah gadis yang didoakan oleh perempuan yang tak pernah menginginkan dunia, hanya inginkan aku bertahan. Dan kini, aku bersinar. Bukan karena dunia menyinari. Tapi karena kehilangan telah mengajari, bagaimana menyala-dengan luka yang tak padam. "Aku adalah bulan biru milikmu, Ibu- yang bersinar bukan karena cahaya, tapi karena kehilangan." -Raisa Marianne Lestari, dari buku yang akan menuntunmu pulang.
All Rights Reserved
#61
pengasingan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LENGKARA
  • Cinta Berbalut Puisi
  • Langkah (By Auzizahirah)
  • Alenara; Living in a Fairy Tale
  • Alamanda (Telah Terbit)
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Hai, Kak! (END)
  • New Possessive Family
LENGKARA

Tolong matikan saja aku. Aku sudah muak dengan dunia. untuk apa hidup, jika hati sudah lama mati. Kane Navulia Chrysander. Aku tidak meminta banyak pada dunia. Hanya bahagia. Tapi kenapa aku tidak mampu punya? Larissa Siofra Hysteria. *** Fra dan Kane sengaja di pertemukan takdir untuk mencari bahagia yang hilang. Saling terluka dari cerita yang berbeda. Di dewasakan oleh luka. Mereka menarik simpul yang sama bahwa bahagia adalah bentuk lengkara untuk mereka punya. Dua sudut pandang semesta mendewasakan manusia karena luka. Kane yang berasal dari latar belakang broken home, yang kelahirannya ke bumi dianggap kesialan. Dan Fra yang berasal dari keluarga yang utuh tapi hampir runtuh, secara fisik keluarganya bersama namun secara hati keluarganya bercerai, kabar bahagianya Fra adalah anak tengah, selalu salah dan mengalah. Keduanya hampir mati, jika semesta tidak cepat mempertemukan mereka. **** LENGKARA bercerita tentang dua anak manusia yang di pertemukan karena luka yang hampir sama. Nyaris ingin menyerah. Bersama melalui ruang gelap mereka mencari terang. Tenang yang tak kunjung datang, keduanya ingin pulang. *** Siapkan hati kamu dalam membaca LENGKARA. Jangan lupa sedia tissue, jika kamu tidak menangis dari awal sampai akhir saat membacanya, berarti ada yang salah dengan hati mu. Selamat datang, dan bertamu lah dengan senyum yang tenang. Jangan tersesat, ingat kamu hanya tamu, aku hanya mengingatkan, barangkali kamu akan lupa jalan pulang jika sudah terlalu nyaman.

More details
WpActionLinkContent Guidelines