Aleera Hafzeen

Aleera Hafzeen

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 12, 2025
Suara lonceng sekolah menggema di seluruh penjuru bangunan tua itu. Siswa-siswi berhamburan keluar kelas, tawa dan obrolan riuh mengisi udara. Tapi di sudut lorong lantai dua, Aleera Hafzeen berdiri sendiri, memeluk buku erat-erat di dadanya. Dia bukan anak yang suka menarik perhatian. Tapi entah kenapa, diamnya justru sering mengundang tatapan. "Aleera, ikut makan bareng, yuk!" tawar Maya, satu-satunya teman yang masih bertahan di sisinya. Aleera tersenyum kecil, lalu menggeleng pelan. "Lu duluan aja. Gua mau ke perpustakaan." Maya ingin membujuk, tapi tatapan mata Aleera sore itu hampa dan penuh letih membuatnya mengurungkan niat. Tak ada yang tahu, senyum Aleera hanya topeng. Di balik tatapan lembutnya, ada luka yang tak pernah sembuh. Di rumah, dia hanyalah bayangan. Tak dianggap, tak didengar. Sejak ayahnya menikah lagi dan ibunya pergi entah ke mana, Aleera hidup seperti tak ada artinya. Kakak tirinya menganggap dia beban, sementara ayahnya... bahkan tak mengingat ulang tahunnya. Sekolah adalah satu-satunya tempat di mana Aleera bisa bernapas. Tapi sampai kapan?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Waktu?
  • AKU HANYA UNTUK NAURA
  • Terima kasih Ravindra
  • ELANG [End]
  • Nathalea
  • Love Is Hindered By Time
  • Bully [complete]
  • She, ADARA QIANA
  • the way you hurt me (ON GOING)
Waktu?

Ini bukan kisah cinta biasa. Bukan kisah yang hanya menyayat hati dan melibatkan rasa. Ini adalah kisah cinta yang indah- namun perlahan, terkikis oleh waktu. Ayara. Gadis penyimpan seribu luka. Ia berjuang demi cinta, tapi terjebak dalam teror dari sosok yang tak dikenal. Di mata dunia, ia baik. Lembut. Hangat. Tapi dibalik senyumnya, tersembunyi rahasia besar- yang tak seorang pun tahu. Perhatikan! Setiap tindakan adalah pintu. Setiap kalimat adalah kunci. Jika kamu gagal memahami... maka jangan pernah berharap bisa mengerti. Karena cinta yang tak terpecahkan... bisa berubah jadi jebakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines