Ice & Ian

Ice & Ian

  • WpView
    Reads 256
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing6m
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 15, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Menjadi adik bongsu kepada seorang abang sulung yang terlebih bijak itu menyebalkan. Lebih-lebih lagi setelah pemergian Abang Iq kesayangan Ice. Mujur ada Ahmad Zaim atau AZ yang jadi teman suka duka. "Aku rasa dah sampai masa kau tinggalkan dendam lama dan berbaik semula." "Why should I?" "Give me three good reasons why you should not." "No, you give me." "Sebab dia abang kau. Sebab dia dah minta maaf. Sebab dia nak berubah." ... dan sebab dia sayang kau seluruh nyawa, kau sedar, tak? *** Ian tidak minta banyak, yang dia mahukan hanyalah peluang kedua untuk menebus kesilapannya yang lalu. "Ice. Tell me. Apa yang patut Ian buat untuk dapatkan kemaafan daripada Ice?" "Bring back Abang Iq to me. Boleh?"
All Rights Reserved
#6
siblingsrivalry
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Best Mama
  • TAKDIR YANG KU JAGA
  • Penghulu Bidadariku S2 : Aisyah Humaira
  • BENAR UNTUKMU [C]
  • Lelaki Itu Takdirku
  •  1️⃣   BEHIND THE SMILE :)
  • Boyfriend Contract to Husband
  • Langit Kita Bersama
  • Dia Selamat, Tapi Kenapa Dia Tak Datang Cari Aku?

Anaya berusia 23 tahun, setelah menyelesaikan pendidikannya dia akhirnya mendapatkan pekerjaan sebagai personal assisten dari bos cewek super perfeksionis yang super bawel, ribet dan melelahkan "Gusti... kerja capek, gak kerja gak bisa makan.. ribet banget idup" Saat dipertengahan jalan menuju bandara untuk perjalanan dinas, mobil yg dikendarai mengalami kecelakaan karena menghindari kendaraan yg tiba - tiba melintas didepannya. Saat benturan dikepalanya terjadi "Tuhan... baru saja aku merasakan gaji ke 2 setelah bayar hutang. Semoga dikehidupan selanjutnya, gue hidup bergelimang harta, bersuami kaya, berbentuk cantik bak peri" lama- lama kepalanya terasa begitu berat dan semuanya gelap. ****** Dalam mimpinya banyak adegan kekerasan yg dilakukan oleh wanita cantik kepada anak- anak yg bahkan Anaya perkirakan baru berusia 2 tahun "Ampun mama, ampun" sang anak terus menangis sambil memegang tangannya yg di cubit. Karena tidak kuat dengan adegan dalam mimpi, Anaya berusaha membuka matanya hingga "Duchess, Mohon ampuni saya duchess. apakah duchess sudah merasa baik, saya akan panggilkan tabib" Dengan nyawa yang belum berkumpul ia biarkan sosok yang memakai pakaian pelayan zaman dulu itu keluar dari kamar dan ia fokus menatap sekeliling yang terasa aneh. tiba- tiba kepalanya seperti di pukul alat berat dan terasa sangat pusing, hingga kegelapan datang kembali **** On going Cover: pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines