We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Batas Yang Tak Pernah Dijelaskan

Batas Yang Tak Pernah Dijelaskan

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 11, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Meilyn, gadis berusia 22 tahun yang baru saja memulai kariernya di sebuah kantor hukum. Semula ia pikir hari-harinya akan dipenuhi berkas dan deadline-bukan obrolan ambigu, ajakan tak terduga, dan perhatian yang sulit dimaknai. Ada batas-batas yang tak pernah dijelaskan: antara profesional dan personal, antara candaan dan kode, antara perhatian dan jebakan. Bersama atasannya yang tenang namun penuh teka-teki, Meilyn masuk ke dalam dinamika tarik ulur yang absurd tapi memikat. Sampai seorang teman indigo memperingatkan bahwa ada sesuatu yang tak terlihat di balik sosok pria itu-dan Meilyn mulai sadar, tidak semua yang tampak hangat itu aman.
All Rights Reserved
#36
asisten
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • I'm NOT a Mistress
  • Positif Cuek 100% (SELESAI)
  • My Boss's Baby
  • Boss and Me
  • Beloved CEO : CEO Tercinta
  • ALTR
  • Addicted Pleasure
  • CEO'S SECRET (COMPLETED )

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

More details
WpActionLinkContent Guidelines