Si Kenari

Si Kenari

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 13, 2025
"Si Kenari" adalah kisah puitis dari seekor kenari kecil-yang sejatinya adalah aku. Lewat delapan bagian, puisi-puisi ini merekam perjalanan hidup yang sunyi dan penuh makna: dari pertama kali retak, mengenal cinta, merasa dicintai, kehilangan, memilih jalan, tersesat, hingga akhirnya belajar terbang rendah dan jauh. Ini bukan hanya tentang burung. Ini tentang manusia-yang tak selalu bersuara, tapi selalu ingin didengar. Untuk siapa pun yang sedang tumbuh, jatuh, dan mencoba kembali bernyanyi. Nuansa: Melankolis, reflektif, dan penuh harapan. Ditulis dengan hati yang masih belajar memeluk dunia.
All Rights Reserved
#5
puisiwattpad
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rengkuh Rasa, Remuk Raga | ✔
  • REGATHAN [END]
  • Prambanan Obsession (END)
  • Aksara Tak Bertuan
  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku
  • TENTANG RASA
  • ...
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • Seutas Gelabah
  • Lembut Seperti Doa

Highest rank #1 poetry (21/03/2025) #1 poem (12/04/2025) #1 nonfiction (23/05/2025) #1 quote (15/02/2025) #1 syair (15/02/2025) #1 words (08/02/2025) #1 puisiindonesia (02/02/2025) #1 sastraindonesia (21/02/2025) #1 berpuisi (05/05/2025) #1 perih (15/03/2025) #1 antologi (15/02/2025) #1 wattpadpoetry (02/02/2025) #1 pencintasastra (02/02/2025) #2 diksi (15/05/2025) #6 favorit (23/05/2025) #9 aksara (08/02/2025) #12 nonfiksi (19/06/2025) #13 puisi (18/08/2025) #22 rasa (12/04/2025) #60 indonesiamembaca (10/03/2025) Manusia dan searsip perasaan tidak pernah ada selesainya. Rasanya aku ingin meraung, lelah terdistraksi oleh rumitnya pemikiran orang lain. "Belajarlah tumbuh dari luka," katamu berusaha membunuh resahku. Dalam sesak diriku menjawab, "dan semoga luka itu juga mau menerima aku." Aku tau seberapa sulitnya menjadi manusia, atau seberapa banyak sakit yang harus kamu tahan hanya karena tidak punya tempat berkeluh-kesah. Untuk tubuh-tubuh yang remuk oleh luka, sajak-sajak ini lahir untuk membimbingmu merengkuh seluruh perasaan. *** Seri Satu dari antologi puisi FOUR ©2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines