Mekar Diantara Luka

Mekar Diantara Luka

  • WpView
    Reads 301
  • WpVote
    Votes 55
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 5, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Alina tumbuh di rumah yang penuh suara, tapi tak pernah benar-benar memberinya ruang untuk bicara. Ia terbiasa menyimpan semuanya sendiri-kecewa, kehilangan, dan rasa sepi yang diam-diam tumbuh seperti benalu di hatinya. dunia terasa terlalu sunyi, terlalu luas, dan terlalu dingin untuk dijalani seorang diri. semua berubah sejak ia bertemu dengan Bara lelaki pendiam dengan tatapan tajam yang menyimpan cerita serupa. barat tidak datang sebagai pahlawan, dan tidak membawa pelindung atau janji-janji manis. Ia hanya hadir pelan-pelan tanpa banyak kata, tapi cukup untuk membuat Alina merasa didengar dan dirasakan. mereka menyembuhkan satu sama lain tidak juga memaksa luka itu hilang. tapi dalam diam yang mereka bagi, dalam tawa kecil diantara hari-hari yang berat, tumbuhlah rasa hangat, nyaman seperti menemukan rumah di tempat yang tak pernah disangka. karena ternyata untuk mencintai seseorang kita tidak harus sepenuhnya utuh cukup dengan saling menggenggam satu sama lain, tetap tinggal meski dunia tak selalu ramah, dan bersama-sama mekar, perlahan-lahan dari luka yang pernah ada.
All Rights Reserved
#850
cintaremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 31 Months for You (Revisi)
  • Dunia Alana
  • 𝓙𝓮𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪
  • Alleya dan Dunia Novelnya (TERBIT)
  • Dalam Dekapan Malam
  • Kesedihan [SELESAI]
  • Jejak Hati di Persimpangan Takdir

"Tidak semua cinta harus disuarakan. Tidak semua harap harus digenggam. Kadang, mencintai diam-diam adalah satu-satunya cara bertahan." Alia tidak pernah menyangka bahwa satu tatapan singkat di awal masa kuliahnya akan mengubah segalanya. Septian, lelaki dengan sorot mata tenang dan senyum yang jarang muncul, perlahan tumbuh menjadi pusat semesta kecil di dalam hatinya. Selama tiga puluh satu bulan, Alia menyimpan rasa itu sendiri. Dalam doa-doa sepertiga malam. Dalam senyum pura-pura. Dalam perasaan yang tak berani ia akui, bahkan pada dirinya sendiri. Namun ketika kedekatan itu mulai tumbuh, semesta justru menguji dengan luka lama, rasa minder, dan kenyataan bahwa tidak semua yang kita doakan bisa kita miliki. Ini adalah kisah tentang cinta diam-diam, perasaan yang tumbuh tanpa janji, dan perjuangan mencintai diri sendiri di tengah luka yang belum sembuh. Pelangi di Balik Hujan Rindu bukan sekadar romansa. Ia adalah perjalanan tentang harapan, kehilangan, dan keberanian untuk melepaskan... meski hati belum benar-benar rela.

More details
WpActionLinkContent Guidelines